Lawan yang Sepadan

Lawan yang Sepadan

  Senin, 10 June 2019 10:14

Berita Terkait

MADRID –  Tiga laga sudah dilalui Spanyol pada babak kualifikasi Euro 2020 Grup F.  Tiga kemenangan juga berhasil diraih tim berjuluk La Furia Roja itu.  Namun, catatan sempurna itu bisa ditorehkan Spanyol lantaran mereka belum menemukan lawan yang sepadan.  Nah, ujian berat bakal menghadang Sergio Ramos dkk.  Mereka harus menghadapi Swedia pada matchday keempat di Santiago Bernabeu dini hari nanti WIB.   Di laga ini, Spanyol masih belum bisa didampingi entrenador Luis Enrique.  Mantan pelatih Barcelona itu absen karena alasan keluarga. Dan asisten pelatih Robert Moreno masih akan bertindak sebagai deputi buat Enrique.  

Nah, mengingat kualitas lawan yang dihadapi, Marca memprediksi Enrique dan Moreno akan menurunkan skuad inti. Dari starting XI Spanyol ketika lawan Kep Faroe (8/6) lalu, Spanyol menyubstitusi beberapa nama yang biasanya jadi langganan tim utama.

Diantaranya kiper David de Gea, bek kanan Dani Carvajal, bek kiri Jordi Alba, gelandang Sergio Busquets. Selain empat nama itu, Inigo Martinez (bek), Dani Parejo (gelandang), dan Rodrigo (penyerang) tak diberikan kesempatan bermain barang semenit pun. 

Moreno kepada Marca mengatakan, pergantian starting XI untuk setiap pertandingan sangatlah wajar. Tak seperti era entrenador sebelumnya Julen Lopetegui, pria 41 tahun itu menyebutkan, perubahan line up di era Enrique sangat dinamis. 

“Kami sudah sering membicarakan tentang hal ini. Dalam skuad kami, setiap posisi memiliki lebih dari satu opsi pemain sebagai pilihan,” ujar Moreno. “Kami merasa beruntung dengan melimpahnya talenta ini,” tambah pria yang mendampingi Enrique sejak di AS Roma delapan tahun yang lalu. 

Pergantian kiper utama dari David de Gea kepada Kepa Arrizabalaga sudah terjadi di dua matchday kualifikasi Euro 2020. De Gea terakhir turun saat Spanyol menjalani matchday pertama grup F ketika menang 2-1 atas Norwegia (24/3). Sedangkan saat lawan Malta (27/3) dan Kep Faroe, Kepa jadi pilihan utama. 

Walau Moreno dan Enrique tak membeberkan alasan pelengseran De Gea, statistik Kepa di klub musim ini memang lebih impresif ketimbang De Gea. 

Musim ini, De Gea hanya clean sheets dalam tujuh laga dari 38 penampilan Premier League. Catatan kebobolan kiper 28 tahun itu juga luar biasa. Yakni jebol 54 gol. Kemudian di ajang Liga Champions, dari sembilan matchday, De Gea clean sheets tiga laga dan jebol sembilan gol. 

Sebaliknya, Kepa menjalani musim yang lebih baik. Kiper termahal dunia itu membantu Chelsea meraih juara Liga Europa. Kepa musim ini membuat 14 kali catatan clean sheets dalam 36 laga Premier League. Sedangkan di Liga Europa, dia mencatat tujuh kali clean sheets plus dua kali clean sheets di ajang Piala Liga. Total Kepa 23 kali clean sheets dari 54 laga musim ini. 

Di sisi lain, kedinamisan formasi era Enrique dan Moreno ini,  membuat lini belakang Spanyol lebih produktifs. Misalnya saat menang lawan Kep Faroe dengan skor 4-1. Tiga gol tercipta oleh bek. 

Kalau ditotal sejak era Enrique ini, dari 25 gol oleh Spanyol, maka delapan diantaranya lahir oleh para bek. “Semua beropini kalau satu-satunya penilaian layak atau tidaknya seorang pemain depan berada dalam timnas adalah produktivitasnya. Namun tidak buat kami,” ujar Moreno. “(Iago) Aspas dan (Alvaro) Morata memberikan kontribusi besar walau tidak mencetak gol,” tambah Moreno. 

Sementara itu, pelatih Swedia Janne Andersson dalam situs resmi Federasi Sepak Bola Swedia (SvFF) mengatakan akan melakukan banyak variasi serangan untuk menembus lini belakang Spanyol. 

“Jika para pemain kami bisa berlari sesering mungkin, maka kami akan menciptakan banyak ruang untuk rekan yang lain. Dan jika sudah demikian kami mempunyai kans untuk meraih angka atas Spanyol,” tutur Andersson. (dra/bas)

Berita Terkait