Launching Sekolah Model UKS

Launching Sekolah Model UKS

  Kamis, 16 June 2016 09:34
MODEL: Bupati Ria Norsan Melaunching Sekolah Model UKS di Kantor Bupati Mempawah. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Tiap Sekolah Punya Dokter Kecil

MEMPAWAH- Mengoptimalkan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Bupati Mempawah, H. Ria Norsan melaunching Sekolah Model UKS di Kabupaten Mempawah, Rabu (15/6) pagi di Aula Kantor Bupati. Melalui pencanangan itu, diharapkan terwujud sekolah sehat dan berkualitas.

“Program UKS memiliki arti penting dan strategis. Mengingat, program UKS ini menjadi bagian dari pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan. Keduanya menjadi urusan wajib Pemerintah Kabupaten Mempawah,” kata Ria Norsan dalam sambutannya.

Sektor pendidikan dan kesehatan, lanjut Bupati memberikan pengaruh besar terhadap kualitas dan keberhasilan mewujudkan visi misi pembangunan di daerah. Oleh karenanya keterpaduan dan sinergitas keduanya penting dilakukan secara terpadu.

“Tidak bisa saling berjalan secara parsial atau sendiri-sendiri, tetapi saling melengkapi dan terus menerus secara terprogram. Disinilah letak koordinasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan yang komprehensif mewujudkan kesejateraan masyarakat,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan program UKS tersebut, Ria Norsan menyarankan supaya setiap sekolah memiliki dokter kecil untuk tingkat SD dan MI, serta kader kesehatan untuk SMP, MTs dan SMA maupun MA. Dengan pertimbangan rasio 20 siswa berbanding satu dokter kecil atau kader kesehatan.

“Berdasarkan jumlah siswa yang ada di Mempawah, totalnya mencapai 55.691 orang. Maka, akan ada 2.788 orang dokter kecil atau kader kesehatan. Mereka dapat dijadikan pelopor sekaligus penggerak dalam mempromosikan program-program kesehatan berbasis sekolah,” pendapat Norsan.

Melalui implikasi program itu, Bupati meyakini promosi program kesehatan berbasis sekolah akan berdampak luas terhadap meningkatnya derajat kesehatan anak sekolah. Sehingga tujuan mengedepankan tindakan promotif dan preventif akan terwujud, dibandingkan dengan tindakan kuratif yang biayanya jauh lebih mahal.

“Namun, untuk mencapai itu semua diperlukan koordinasi dan peran aktif SKPD sesuai tupoksinya masing-masing dalam mendukung program UKS di seluruh sekolah di Kabupaten Mempawah. Masing-masing pimpinan SKPD harus mampu menguasai teknologi informasi,” pesannya.

Ditempat yang sama, Asisten Ekonomi dan Kesra Setda Kabupaten Mempawah, Drs.H. Ismail, MM menyebut, launching Sekolah Model UKS tak terlepas dari belum optimalnya pelaksanaan program UKS. Kalaupun terlaksana, masih berjalan secara parsial atau sendiri sendiri di masing-masing SKPD.

“Kami memandang perlu adanya jalinan koordinasi antara SKPD. Caranya dengan membangun dan memanfaatkan sistem koodinasi berbasis teknologi informasi atau IT,” papar Ismail.

Adapun teknis koordinasi berbasis teknologi informasi, imbuh Ismail, bisa dilakukan melalui dua cara. Pertama secara tertutup dengan menggunakan layanan email, kemudian yang kedua koordinasi secara terbuka dengan memanfaatkan layanan aplikasi whatapps melalui grup UKS.

“Kita berharap SKPD yang tergabung dalam tim pembina UKS kabupaten maupun para camat dapat memberikan saran dan masukan sehingga dapat melaksanakan kegiatan ini secara terpadu dan konsisten,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait