Larang PLN Pemeliharaan Selama Ramadan

Larang PLN Pemeliharaan Selama Ramadan

  Rabu, 1 June 2016 09:30
Christiandy Sanjaya

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meminta PT. PLN (Persero) tak melakukan pemeliharaan selama Ramadan dan Idulfitri. Hal ini untuk menghindari terjadinya pemadaman listrik.

“Kami minta dengan tegas bahwa jangan lakukan pemeliharaan di Bulan Ramadan dan Idulfitri agar tak ada jadwal pemadaman. Tadi dalam rapat PLN menjawab sanggup,” ujar Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya seusai rapat persiapan Ramadan bersama Forkompinda dan dihadiri juga Gubernur Kalbar, Cornelis, Selasa (31/5) di ruang Praja I Kantor Gubernur Kalbar.

Christiandy menuturkan pihak PLN menyatakan ada beberapa daerah yang mengalami defisit. Berdasarkan data yang dihimpun Pontianak Post, sebelumnya PT. PLN (Persero) melakukan pembelian listri dari Sesco, Malaysia. Pembelian ini dilakukan pada tiga titik  transfer di wilayah  perbatasan, yaitu di Sajingan 800 KW, Entikong 1500 KW dan Badau 400 KW. Selanjutnya akan dilakukan interkoneksi  udara tegangan  extra tinggi (sutet) 275 Kv dengan rute Bengkayang (Indonesia)-Mambong ( Malaysia). 

Pada  tahap awal  Sesco Malaysia akan menyalurkan  daya listrik  sebesar 10 MW dan secara bertahap akan dinaikan menjadi 50 MW. Interkoneksi  ini dilaksanakan atas dasar  Perjanjian dalam Power Agreement (PEA)  dan jaringan ini merupakan bagian dari Asean Grid pertama untuk Indonesia,

“(Listrik) dari Sesco kemarin itu masuknya ke sistem khatulistiwa yaitu lima sampai enam kabupaten,” ungkap Christiandy.

Menurut Christiandy, PLN mengakui adanya pemadaman. Seharusnya kebutuhan listrik di Pontianak tercukupi dengan masuknya listrik dari Sesco. Totalnya terdapat 300 MW dan beban puncak sebanyak 280 MW. Tetapi ternyata masih ada pemadaman karena adanya gangguan listrik pada gardu, sistem transmisi, kabel, maupun gangguan akibat layangan. 

“Kami minta PLN melakukan pemeliharaan selesai Idulfitri agar tak terjadi pemadaman (akibat pemeliharaan). Mereka sepakat oke dan mudah-mudahan ini bisa berjalan sebulan penuh,” jelas Christiandy.

Selain listrik, pertemuan kemarin juga membahas ketersediaan bahan pokok di kabupaten kota. Christiandy mengungkapkan ketersediaan bahan pokok mencukupi. Hanya saja saat ini terjadi pergerakan kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut harus dikendalikan. 

“Tadi semua (pemerintah kabupaten kota) sepakat bahwa ini (kenaikan harga) harus dikendalikan,” katanya.

Christiandy meminta pemerintah kabupaten kota mengawasi untuk menghindari munculnya spekulan. “Jika kenaikan taraf wajar masih bisa ditoleransi. Bisa juga dilakukan operasi pasar dan semua kabupaten kota siap melakukannya,” tutur Christiandy. (uni)

Berita Terkait