Lantik Odang Menjadi Penjabat Sekda

Lantik Odang Menjadi Penjabat Sekda

  Sabtu, 7 April 2018 11:00
LANTIK: Bupati Kubu Raya, Rusman Ali melantik Odang Prasetyo yang sebelumnya berstatus Plt menjadi Penjabat Sekda Kubu Raya. Ashri isnaini/pontianak post

Berita Terkait

SUNGAI RAYA— Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, Jumat (6/4) secara resmi melantik Odang Prasetyo yang sebelumnya berstatus Plt Sekda menjadi Penjabat Sekda Kubu Raya. Didaulatnya Odang sebagai penjabat Sekda Kubu Raya mengingat cukup banyak prestasi dan dedikasi kerja yang baik yang telah diberikan sebelumnya. 

Rusman Ali menerangkan pelantikan Penjabat Sekda ini dilakukan mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014.  “Pada pasal 214, ayat 2 dinyatakan, jika sekretaris daerah kabupaten/kota berhalangan melaksanakan tugasnya, maka tugas sekretaris daerah kabupaten/kota dilakukan penjabat yang ditunjuk bupati/wali kota atas persetujuan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat,” kata Rusman Ali kepada wartawan usai pelantikan Penjabat Sekda di Aula Kantor Bupati Kubu Raya. 

Amanah undang-undang tersebut lanjutnya pada tahun 2018 dijabarkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2018 tentang penjabat sekretaris daerah. Pada pasal 8 ayat 3 kata Rusman Ali, menyatakan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat menyampaikan persetujuan atau penolakan terhadap calon penjabat sekretaris daerah kabupaten/kota yang diusulkan bupati/wali kota, paling lambat lima hari kerja terhitung sejak diterimanya surat dari bupati/wali kota. 

Mengacu pada peraturan tersebut kata Rusman Ali, pada 12 Februari 2018 dirinya mengajukan permohonan persetujuan kepada Pj Gubernur Kalbar untuk mengusulkan penunjukan Sekretaris Daerah Kubu Raya, kemudian pada 28 Februari usulan tersebut disetujui PJ Gubernur Kalbar. 

“Pada 8 Maret lalu saya melayangkan permohonan persetujuan dan rekomendasi penunjukan sekretaris daerah Kubu Raya ke Kemendagri dan pada 26 Maret surat pemohonan tersebut disetujui, kemudian dilakukan pelantikan Penjabat Sekda Kubu Raya pada hari ini,” terangnya. 

Ditanya perbedaan antara tugas Plt dan Penjabat Sekda, kata Rusman Ali pada dasarnya tugasnya tidak jauh berbeda. Hanya saja saat menjabat sebagai Penjabat Sekda maka yang bersangkutan akan memberikan tambahan uang tunjangan jabatan.  

Seperti diketahui, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah berupaya mencari Sekda definitif dengan membuka lelang jabatan, namun nyatanya kala itu hanya dua orang saja yang melamar untuk mengikuti lelang jabatan Sekda Kubu Raya. “Karena pesertanya tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan minimal empat orang, makanya proses lelangnya sementara kami tunda,” jelas Rusman Ali. 

Selain melakukan semua tugas seperti biasanya, tugas utama lain Odang saat ini yakni memfasilitasi untuk mencari Sekda definitif dalam waktu tiga bulan,  

 “Saya imbau kesetiap pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kubu Raya yang merasa mampu  dan memenuhi persyaratan silahkan mengikuti seleksi lelang jabatan yang akan kembali dilakukan,” terangnya. 

Sementara itu, Penjabat Sekda Kubu Raya, Odang Prasetyo menambahkan Plt, Penjabat sementara Plh itu diatur dalam Perpres Nomor 3 tahun 2018. Mengenai tugas pokok dan kewenangan kata dia tidak jauh berbeda saat statusnya masih sebagai Plt Sekda. “Kewenangan Plt dengan Penjabat sementara sama, hanya saja kalau Plt tidak dapat tunjangan Sekda dengan penjabat mendapat tunjangan Sekda,” terangnya. 

Selain itu, sebelum ada Perpres Nomor 3 tahun 2018 misalnya jabatan Plt tidak terhingga dan diatur bisa diperpanjang setiap tiga bulan sekali. “Saya sendiri sebagai Plt sudah diperpanjanag sekitar 11 kali,” jelasnya. 

Saat statusnya sudah menjadi Penjabat sementara, kata Odang jabatannya tidak bisa diperpanjang dan hanya diberikan batas waktu sekitar tiga bulan. Salah satu tugas utamanya hingga tiga bulan ke depan yakni mencari dan memfasilitasi penyeleksian Sekda definitif. “Kalau 6 April dilantik, berarti batas waktu saya bertugas itu sekitar 6 Juli,”ujarnya. 

Salah satu tugas utama yang harus dilakukannya yakni memfasilitasi penyeleksian Sekda definitif melalui lelang jabatan.  Odang pun mengaku dalam waktu dekat akan segera membentuk kepanitian untuk penyeleksian Sekda definitif termasuk memfasilitasi sejumlah panitia seleksi yang terdiri dari kalangan independen, pihak universitas atau akademisi dan kalangan profesional. 

“Hingga 6 Juli belum ada Sekda  definitif di Kubu Raya, nantinya kewenangan akan dikembalikan ke pemerintah provinsi. Pemerintah provinsi bisa menunjuk kepala dinas atau kepala biro yang ada di lingkungan Pemprov dan atau menunjukan kembali orang yang telah diusulkan Bupati Kubu Raya,” jelasnya. 

Seperti diketahui sebelumnya sudah tiga kali pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar lelang jabatan untuk mencari Sekda definitif, namun belum juga mendapatkan calon yang memenuhi syarat karena jumlah yang mendaftar hanya dua orang.

Odang pun optimistis, dalam seleksi lelang jabatan Sekda Kubu Raya ini  bisa menemukan Sekda definitif lantaran syarat peserta lelang jabatan tidak hanya PNS di lingkungan pemerintah Kabupaten Kubu Raya, namun semua PNS yang ada semua kabupaten/kota di Kalimantan Barat bisa turut mendaftar. 

“Kalau sebelumnya memang peserta lelang jabatan Sekda hanya terbatas bagi teman-teman di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kubu Raya, namun untuk tahun 2018 diperluas, jadi selain SKPD di lingkungan Kubu Raya, tapi semua PNS yang ada di Kalbar dan memenuhi kriteria bisa mengikuti lelang jabatan Sekda Kubu Raya ini,” paparnya.

Jika tidak ada halangan, lanjut Odang, pada Minggu depan pihaknya sudah mulai proses tahapan pembukaan pendaftaran lelang jabatan Sekda Kubu Raya. (ash) 

Berita Terkait