Lanjutkan Tradisi Berlatih di Tiongkok

Lanjutkan Tradisi Berlatih di Tiongkok

  Rabu, 1 Agustus 2018 14:06
Lindswell Kwok /// sumber foto : hype.idntimes.com

Berita Terkait

BAGI tim taolu cabang olahraga wushu, berlatih di Tiongkok merupakan pilihan terbaik menjelang Asian Games 2018. Pilihan berlatih di negara asal wushu itu dianggap paling tepat untuk menggenjot performa atlet Indonesia. Terlebih di sana mereka kerap berlatih bersama pelatnas wushu Tiongkok.

Mereka bertolak ke Tiongkok sejak Mei lalu. Salah satu atlet wushu Indonesia,  Edgar Xavier Marvelo menuturkan, situasi training camp (TC) di Negeri Tirai Bambu tersebut. Menurut dia, seluruh atlet merasa lebih fokus untuk leatihan. Tidak terganggu dengan urusan non teknis lainnya.

Edgar menyatakan, secara teknik, dirinya mengalami peningkatan yang signifikan. Mengingat, tempat latihan pelatnas berada satu atap bersama tim nasional wushu Tiongkok yang akan berlaga di Asian Games. ”Saya juga bisa mencontoh teknik baru dari mereka. Lagipula pengurus wushu Tiongkok juga mendukung kami,” terang pemuda yang akan turun di nomor changquan tersebut.

Terpisah, Felda Elvira Santoso, atlet taolu putri Indonesia menerangkan kendala yang mereka hadapi di awal latihan selama di Tiongkok. Persoalan lebih kepada tim support. "Di awal-awal kami kurang tim pijat dan pelatih fisik,” kata peraih medali emas daoshu (pedang) putri di SEA Games 2017 itu.

Namun, permasalahan tersebut sudah teratasi. Pelatih wushu Susyana Tjhan menuturkan, pada 14 Juli lalu, Pengurus Besar  Wushu Indonesia (PB WI) sudah mengirimkan tim fisioterapis dan pelatih fisik ke Tiongkok. ”Dua orang fisioterapis dan dua pelatih fisik. Mereka bergantian mengurus tim taolu dan sanda,” ucap Susyana saat ditemui di apartemennya kemarin.

Peraih medali perunggu Asian Games 2010 itu mengatakan, menggelar pelatnas di Tiongkok memang menjadi tradisi bagi tim wushu Merah Putih. Mengingat, Tiongkok merupakan kiblat wushu dunia. Tak hanya itu, PB WI juga telah menggunakan jasa Zhang Yue Ning, pelatih asing dari Tiongkok sejak 2011.

Sementara itu, tim Sanda melakukan TC di dua negara. Satu bulan di Iran pada Mei lalu dan berlanjut ke kota Xian, Tiongkok. Iran dipilih menjadi lokasi latihan lantaran mampu menyaingi Tiongkok di Kejuaraan Dunia 2017. Tercatat, tujuh atlet Iran sukses menjadi jawara tarung wushu dunia.

Susy menjelaskan, tujuan berlatih di dua negara kuat tersebut tidak lain untuk mengetahui metode latihan yang digunakan. Selain itu, juga membandingkan kekuatan fisik atlet tanah air dengan Iran dan Tiongkok. ”Di awal latihan pemain Indonesia baru pemanasan saja sudah terengah-engah. Tapi, lambat laun anak-anak sudah berkembang. Mereka memiliki kemauan keras untuk tidak mau kalah, saya salut itu,” ungkap Susyana.

Berbeda halnya, sewaktu berlatih di Jakarta. Tim taolu Indonesia berlatih di GOR Pertamina Simprug, sedangkan, tim sanda berlatih di GOR POPKI Cibubur. Beberapa persoalan yang muncul. Seperti karpet latihan tidak memenuhi standar. Banyak yang bolong-bolong dan tidak rata. Bahkan, bocor saat turun hujan. (han/nap)

Berita Terkait