Langsung Dikandangkan Usai Dikalahkan Portugal

Langsung Dikandangkan Usai Dikalahkan Portugal

  Rabu, 13 July 2016 09:30

Berita Terkait

Les Bleus memang begitu dijagokan sebagai juara Euro 2016. Bus kemenangan pun sudah disiapkan. Namun, nasib berkata lain. Trofi bernama Henry Delaunay itu harus jatuh ke tangan Portugal

DUNIA maya mendadak ramai. Bukan hanya karena kemenangan mengejutkan Portugal atas Prancis pada final Euro 2016 dini hari kemarin. Melainkan juga karena kemunculan video yang menunjukkan sebuah bus kemenangan Prancis beberapa jam sebelum laga puncak turnamen terakbar di Eropa itu digelar. 

Bus berjenis double dekker tersebut dicat biru tua dengan tulisan Champions D'Europe 2016 dan Merci di samping kanan kiri dan belakang bus. Seorang pengendara motor, Henry Legrand,yang memergoki bus itu ketika melintasi rute Rennes-Anger menuju Paris langsung mengeluarkan ponsel dan merekamnya. Sudah bisa ditebak, rekaman yang kemudian diunggah ke dunia maya mendadak viral.

Bukannya menuai pujian, video berdurasi 7 detik itu malah menjadi bahan tertawaan dan olok-olok para netizen. Bagaimana tidak, Portugal berhasil mempermalukan Prancis dengan skor 1-0 melalui tendangan Eder pada babak perpanjangan waktu.

Sejatinya, bus tersebut sudah dipersiapkan pemerintah Prancis untuk menjemput Antoine Griezmann dkk usai berlaga di final Euro 2016. Karena terlalu pede bakal menjadi juara, rencananyatim Ayam Jantan bakal langsung diarak dari Stade de France menuju jalan-jalan protokol Paris. Sayangnya, kemenangan Portugal membuat bus tersebut langsung dikandangkan. Rencana untuk memamerkan trofi Euro 2016 pun langsung dicoret.

Pemerintah Prancis memang begitu total dalam mendukung Antoine Griezmann dkk berlaga. Sebelumnya, mereka sempat diselimuti ketakutan terhadap tragedi bom pada 13 November lalu. Gelaran Euro juga tidak luput dari ancaman ISIS yang juga mendalangi aksi teroris yang menewaskan 130 orang itu. 

”Rakyat Prancis membutuhkan jalan untuk menemukan kebahagiaannya lagi,” kata Hollande sebagaimana dikutip AFP. ”Kami melihatnya usai menerima serangan. Kami datang bersama dalam drama, kami harus menemukan jalan kami sendiri untuk bahagia dan bersatu,” tulis presiden 61 tahun itu pada Journal du Dimanche.

Nah, perhelatan Euro dianggap sebagai momen yang tepat untuk menghibur seluruh rakyat Prancis. Apalagi, tim yang dikapteni Hugo Lloris itu kabarnya sempat menjadi target serangan ISIS.

Keberhasilan skuad Didier Deschamps dalam menembus babak final tentu menjadi angin segar. Negara menara Eiffel itu pun tidak ingin setengah-setengah dalam menggelar pesta apabila Prancis sukses menjuarai Euro 2016. Salah satunya adalah mempersiapkan bus kemenangan dan sejumlah parade pesta di berbagai tempat di Prancis.    

”Mereka (timnas Prancis) telah memutuskan untuk membawa kebahagiaan kepada rakyat Prancis yang merasakan teror tersebut. Deschamps telah memberikan harapan itu untuk membuat orang bahagia. Mereka tahu bahwa ini bukan hanya momen seperti biasanya,” ujar Hollande.

Sayangnya, Prancis harus menerima kegagalan dalam merengkuh trofi juara yang membuat jutaan rakyatnya berduka. ”Kemenangan merupakan hal yang sangat bagus untuk kami setelagh serangan-serangan (teroris) tersebut,” kata pelayan bar Shanel Aoud. ”Kami seharusnya melakukan yang terbaik (untuk menang),” timpal Elliot Fromentin sembari mengusap air matanya usai laga. (okt)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait