Lakoni Bisnis dari Hobi

Lakoni Bisnis dari Hobi

  Jumat, 29 July 2016 09:30
HOBI MENJANJIKAN LABA: Budiono (27) bersama para anggota komunitas Beta Gunpla Channel yang dibentuknya lebih dari setahun lalu, dan koleksi mobil Tamiya Faisal Putra Perdana pemilik Slalink Tamiya Shop. MIFTAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Setiap orang memiliki hobi dan kegemaran masing-masing. Dari sana lahirlah peluang yang dapat menjanjikan untung berlimpah. Dua pemuda ini, sama-sama menikmati hobi yang kemudian dijalaninya sebagai bisnis.

MIFTAHUL KHAIR, Pontianak

HOBI yang kemudian dikelola dan dijalankan menjadi bisnis tentu menjadi keinginan kebanyakan orang, bahkan hampir semua orang. Kebanyakan dari mereka melihat betapa menyenangkannya menjalankan bisnis sembari menyalurkan kesenangan atau hobi mereka.

Tentu saja, perasaan lebih menikmati akan mudah didapatkan dari menekuni bisnis berdasarkan hobi ini. Karena memang pada dasarnya, sang pengusaha sudah mencintai kegiatan tersebut. Ketika kesenangan atau hobi kemudian dikomersilkan, tentu tidak ada masalah. Terlebih jika kemudian Anda bisa mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut, saya yakin akan semakin membuat Anda mencintai bisnis tersebut. Sehingga bisa membuat bisnis mejadi menyenangkan.

Karena dijalankan dari hobi, seorang pengusaha pasti sangat memahaminya. Misalkan saja, seseorang memiliki hobi mainan, seperti mini 4wd dan action figure Gundam. Dengan sendirinya, seseorang tersebut akan memahami seluk beluk hobi tersebut dan masuk sangat dalam ke dunia tersebut.

Budiono (27), salah seorang pengusaha yang menjalankan bisnis dari hobinya mengoleksi action figure Gundam sejak satu tahun lalu. Mei 2015, ia memutuskan untuk ambil bagian dalam bisnis serupa setelah satu tahun sebelumnya ia memulai kembali kegemarannya sewaktu duduk di bangku SMA itu. Berjalan satu tahun, kini usaha yang dijalankannya sudah dapat menghasilkan pundi-pundi uang yang menggiurkan.

“Omzetnya kalau buat yang belum berkeluarga seperti saya pasti sudah sangat cukup dan malah sangat lebih,” katanya kepada Pontianak Post, Kamis (28/7) di kediamannya di Jalan Merapi, Pontianak.

Kini, bisnis yang dinamakannya Beta Gundam Corner, menawarkan laba yang menggiurkan. Omzetnya sudah dapat menyentuh angka Rp10 juta hingga Rp20 juta. Angka yang dikatakannya masih kecil bagi pebisnis serupa. Orang lain yang memiliki usaha lebih besar, mereka yang memiliki ketersediaan barang yang lebih banyak, keuntungannya bisa tiga hingga lima kali lipat dari dirinya.

Akan tetapi, pendapatan yang lumayan, katanya itu, baru bisa didapatkan setelah berjalan sekitar enam hingga satu tahun berbisnis mainan ini. “Di awal usaha, kesulitannya ada di pemasaran dan promosi,” ungkap Budi, panggilan karibnya.

Di awal usahanya, Budi menuturkan, ia diharuskan merogoh kocek lumayan dalam, Rp10 juta ia keluarkan untuk membeli stok awal toko kecilnya. Angka itu tidak bisa serta merta harus kembali pada beberapa bulan awal usahanya.

Menjalankan bisnis sembari bermain dengan hobi ialah sebuah kesempatan yang sangat berharga bagi Budi. Kesenangan tersebut terus tumbuh untuk melakoni bisnis itu. “Ibarat hobi yang dibayar, sebuah kenikmatan sekali,” kata Budi.

Salah seorang pebisnis yang juga menjalankan bisnis dari hobi dan kegemaran pada barang yang biasa disebut sebagai mainan, ialah Faisal Putra Perdana (34). Berbeda dengan Budiono, Faisal, panggilan karibnya memiliki kegemaran pada mini 4wd, mobil balap mini yang melaju dalam lintasan balap mini pula.

Hobi satu ini juga punya pamor yang sama dengan action figure Gundam. Keduanya memiliki pemggemar dari seluruh belahan dunia. Dari semua batasan umur dan jenis kelamin, kegemaran tersebut bisa datang pada siapa saja.

Dan tentunya kegemaran itu menghinggapi Faisal. Dari sanalah ia lalu membuat bisnisnya dengan mengusung nama Slalink Tamiya Shop pada 2014 lalu. “Awalnya memang dari hobi, lama kelamaan liat prospek bisnisnya bagus. Akhirnya tertarik untuk melakoni bisnisnya,” kata Faisal.

Beruntung baginya, usaha toko mini 4wd itu tidak membutuhkan waktu lama untuk menyebarkan namanya. “Kita cuma mengikuti jejak teman yang duluan memulai bisnis ini,” jelasnya. Dan barulah pada 28 September itu ia memberanikan membuka toko sekaligus trek balapnya.

Setelah semua itu, usahanya kini dapat menghasilkan omzet sekitar Rp30 juta. Bahkan angka itu bisa lebih, tergantung pada musim-musim tertentu dan daya beli masyarakat pehobi. “Kalau pada saat ada event perlombaan bisa lebih dari itu,” kata Faisal. (*)

Berita Terkait