Lahan 28 Desa Terancam Hangus

Lahan 28 Desa Terancam Hangus

  Selasa, 26 March 2019 09:44
TERBAKAR: Petugas berupaya memadamkan titik api di Desa Galang Wahyu/pontianakpost

Berita Terkait

MEMPAWAH- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah beserta jajaran terkait lainnya berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Senin (25/3). Diperkirakan, luas lahan yang terbakar lebih dari seratus hektar.

 “Untuk wilayah Sungai Pinyuh ada 4 titik api yang kami himpun dari laporan masyarakat dan rekan-rekan petugas dilapangan. Yakni 2 titik di Desa Sungai Rasau dan 2 titik lainnya di Desa Galang,” ungkap Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto dikonfirmasi Pontianak Post.

Didik menjelaskan, luas lahan yang terbakar pada 2 titik di Desa Sungai Rasau diperkirakan lebih dari 10 ha. Sedangkan 2 titik lain yang berada di Desa Galang kondisinya lebih buruk dengan perkiraan lahan yang terbakar lebih dari 100 ha.

 “Tadi (kemarin), Kepala BPBD dan saya turun langsung ke lokasi kebakaran di Desa Galang. Kalau dilihat secara kasat mata, kemungkinan sudah lebih dari 100 ha hutan terbakar di lokasi tersebut,” pendapatnya.

Dalam upaya penanggulangan karhutla itu, Didik mengakui menemukan sejumlah kendala dilapangan. Salah satunya berkaitan dengan lokasi atau geografis titik api yang berada jauh di tengah hutan. Kondisi itu menyebabkan petugas tak dapat menjangkau lokasi kebakaran tersebut.

 “Lokasinya berada ditengah hutan sehingga tidak bisa dijangkau petugas. Makanya, kita kesulitan untuk memadamkan api. Cuaca panas dan sapuan angin juga menyebabkan sebaran api semakin meluas,” tuturnya.

Menyikapi maraknya kasus karhutla diwilayah Kabupaten Mempawah, Didik menyebut pihaknya telah melakukan rapat internal. Rapat tersebut berkaitan dengan langkah yang akan dilakukan BPBD Kabupaten Mempawah dalam mempersiapkan peralatan, personil dan tindakan dalam menerima pengaduan tentang karhutla.

 “Saat ini, kami fokus pada penanganan karhutla di Desa Galang. BPBD bersama Koramil, Polsek, Manggala Agni dan masyarakat berusaha sekuat mungkin untuk memadamkan titik api diwilayah itu,” sebutnya.

Ditanya wilayah yang berpotensi karhutla, Didik mengungkapkan setidaknya terdapat 7 kecamatan dan 28 desa di Kabupaten Mempawah yang masuk dalam kategori rawan titik api. Yakni, Kecamatan Siantan, Segedong, Sungai Pinyuh, Anjongan, Mempawah Hilir, Mempawah Timur dan Sungai Kunyit.

 “Sedangkan 28 desa itu diantaranya, Wajok Hilir dan Wajok Hulu, Peniti Besar, Peniti Dalam I dan Peniti Dalam II. Kemudian, Purun Kecil, Nusapati, Galang, Sungai Rasau dan Sungai Bakau Besar Darat,” urainya.

 “Berikutnya, Desa Anjongan Melancar, Anjongan Dalam, Kepayang, Dema. Lainnya yakni, Desa Pasir, Penibung, Sengkubang, Malikian, Antibar, Sejegi dan Parit Banjar. Yang cukup banyak potensi di Sungai Kunyit seperti, Desa Semudun, Semparong, Mendalok, Sui Kunyit Hulu, Sui Kunyit Dalam, Bukit Baru dan Sungai Duri II,” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan BPBD Kabupaten Mempawah dan pihak terkait lainnya sedang berjibaku memadamkan titik api di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh. Lokasi titik api yang jauh ditengah hutan dan lahan gambut menjadi tantangan petugas untuk menjinakan amukan si jago merah.(wah)

Berita Terkait