Lagi, Warga Serahkan Senjata Api ke Satgas Pamtas

Lagi, Warga Serahkan Senjata Api ke Satgas Pamtas

  Senin, 18 March 2019 09:17
TERIMA SENPI: Satgas Pamtas Batalyon Infanteri Raider 301/Prabu Kian Santang kembali menerima penyerahan satu pucuk senpi dari warga. ISTIMEWA

Berita Terkait

Kali Ini Berjenis Senjata Laras Panjang Lantak

 

BADAU – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri Raider 301/Prabu Kian Santang kembali menerima penyerahan satu pucuk senjata api (senpi) dari warga perbatasan. Kali ini yang mereka terima adalah jenis lantak.

Komandan Satgas Pamtas (Dansat Pamtas) Yonif R 301/PKS, Letnan Kolonel Inf. Andi Hasbulah mengatakan, penyerahan satu pucuk senjata api laras panjang jenis lantak tersebut dilakukan Alivius Jali (56), seorang petani. “Saudara Alvinus menyerahkan senjata tersebut dengan kesadaran sendiri, setelah sebelumnya menerima sosialisasi dari Dan SSK IV Pos Sei Beruang, Lettu Inf Ari Marjiono, pada saat melakukan anjangsana,” ujar Hasbullah.

Penyerahan senjata api jenis lantak tersebut, dijelaskan dia, bermula ketika adanya kegiatan teritorial yang dilakukan dengan cara mendatangi ke rumah warga. Dalam pelaksanaan tersebut, dia mengungkapkan bagaumana Dan SSK IV Pos Sei Beruang bersama anggotanya singgah di rumah warga atas nama Migi warga setempat. Kemudian, dalam perbincangan tersebut, salah seorang perwiranya tersebut menjelaskan kepada Migi, warga dimaksud, tentang bahaya menyimpan senjata api rakitan, untuk diserahkan secara sukarela. Dia menambahkan bahwa para anggotanya mencoba meyakinkan warga bahwa menyimpan senjata tidak memilikii manfaat yang sangat berarti. “Malah yang ada dapat membahayakan orang lain maupun diri sendiri,” timpal Dansat Pamtas. 

Di sela perbincangan tersebut, menurut dia, terkuak dari Migi jika ada salah seorang tetangganya yang bernama Alivius, masih memiliki senjata rakitan. Esoknya, para anggotanya tersebut dengan dipimpin Dan SSK IV Pos Sei Beruang, kembali melaksanakan anjangsana ke rumah salah seorang warga. Tentu saja rumah warga yang mereka datangi adalah Alivius Jali (56), sebagaimana yang diceritakan Migi. 

Di rumah warga tersebut, para anggotanya disambut dengan hangat dan dipersilakan masuk. Tidak berselang lama, Ari Marjiono, menurut cerita Hasbulah, membuka obrolan dan menanyakan kepada Alivius tentang keberadaan senjata api miliknya. Dalam pertemuan tersebut, perwiranya itu juga menjelaskan tentang bahaya menyimpan dan menggunakan senjata api rakitan dan tidak diizinkan untuk digunakan, karena dapat membahayakan bagi pengguna maupun orang lain.

Lanjutnya, Alivius dengan kesadaran akan bahaya menyimpan dan menggunakan senjata api, kemudian menuju ke kamarnya untuk mengambil senjata rakitan jenis lantak yang disimpanya. Warga tersebut kemudian menyerahkannya kepada Pos Koki Sei Beruang atas keinginan sendiri, tanpa paksaan dari pihak lain.

“Untuk saat ini, satu pucuk senjata rakitan laras panjang jenis lantak tersebut telah diamankan di Pos Kout Satgas Yonif R 301/PKS,” katanya. 

Sebelumnya Satgas Pamtas Batalyon Infanteri Raider 301/Prabu Kian Santang juga menerima penyerahan satu pucuk senjata rakitan, jenis pistol revolver dan tiga butir munisi kaliber 9 milimeter (buatan Pindad). Penyerahan tersebut dilakukan masyarakat yang tinggal di Barak Perumbang, Dusun Perumbang, Desa Kekurak, Kecamatan Badau.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tpr Kolonel Inf. Aulia Fahmi Dalimunthe mengatakan, berdasarkan laporan dari Dansatgas Pamtas Yonif R 301/PKS, Letnan Kolonel Inf. Andi Hasbulah, pistol rakitan tersebut diserahkan secara sukarela oleh Ferdi Huan, yang tinggal di Barak Perumbang. "Penyerahan senjata api ini dilakukan secara suka rela,” katanya.

Menurut Aulia, penyerahan senjata api jenis pistol revolver tersebut bermula dari adanya pendekatan dan sosialisasi yang dilakukan oleh Danpos Pamtas Perumbang, Letda Inf. Rubi Isnanto dan Prada Melkianus Seran kepada warga tersebut. Keduanya, menurut dia, mengingatkan kepada warga bahwa kepemilikan senjata api tanpa izin merupakan pelanggaran hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana. Dia menambahkan, lantaran menyadari bahwa kepemilikan senjata api ilegal adalah pelanggaran hukum, juga karena merasa aman atas keberadaan Satgas Pamtas, akhirnya warga menyerahkan dengan sukarela pistol tersebut. Penyerahan, menurutnya, dilakukan warga kepada Danpos Pamtas Perumbang, Letda Inf. Rubi Isnanto.

“Untuk saat ini, satu pucuk pistol revolver dan tiga butir munisi pistol kaliber 9 mm telah diamankan di Pos Kotis Satgas Yonif R 301/PKS,” katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut Kapendam mengimbau pada seluruh jajarannya untuk tidak pernah berhenti menyosialisasikan kepada masyarakat, terkait kepemilikan senjata api ilegal. Selain melanggar undang-undang, ditegaskan dia bahwa memiliki senjata api dapat membahayakan diri sendiri, juga membahayakan bagi orang lain. (arf)

Berita Terkait