Lagi, Temuan Obat Batuk buat ‘Ngobat’

Lagi, Temuan Obat Batuk buat ‘Ngobat’

  Rabu, 21 March 2018 11:00
SISA NGOBAT: Ratusan bungkus obat batuk dalam kemasan sachet saat ditemukan warga Sungai Jambu, Desa Nipah Kuning, Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara, Selasa (20/3). ISTIMEWA

Berita Terkait

TELUK MELANO – Warga kembali menemukan ratusan sachet obat batuk di Sungai Jambu, Desa Nipah Kuning, Kecamatan Simpang Hilir, Selasa (20/3). Diduga obat-obat batuk kemasan tersebut disalahgunakan untuk pesta mabuk-mabukan.  

Salah satu warga, Yola, menceritakan awal mula ia menemukan ratusan sachet obat batuk tersebut, tanpa sengaja ketika sedang joging di daerah Nipah Kuning. Atas temuan ini, dirinya menduga obat tersebut telah disalahgunakan, salah satunya untuk mabuk-mabukan.   

"Lokasinya di tepian jalan, ada lorong sikit, ternyata di situ banyak bungkusan obat batuk yang berserakan. Kalau ndak salah  biasnya anak - anak mabuk pake pakai lem, tapi untuk sekarang sudah pake obat batuk itu. Begitu informasi yang saya dapat dari kawan-kawan," terangnya, Selasa (20/3).

Dirinya sangat menyayangkan atas ditemukannya ratusan sachet obat batuk tersebut. Pasalnya, menurut  dia, seharusnya obat tersebut tidak  disalahgunakan, lantaran dapat membahayakan bagi kesehatan.   

Untuk itu, dirinya sangat berharap kepada pihak terkait di pemerintahan daerah, agar dapat lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, anak muda, hingga pemilik toko, untuk menghindari penyalahgunaan obat batuk sirup tersebut.  

"Obat itu kan kalau dikonsumsi secara berlebihan dapat membahayakan bagi tubuhnya sendiri.  Karena itu obat batuk yang dapat mengakibatkan kantuk. Jadi saya berharap mudah-mudahan hal seperti ini tidak lagi ada. Karena orang sakit tidak mungkin mengkonsumsi obat-obatan sebanyak itu," sambungnya.   

Kepala Seksi Farmasi Makanan, Alat Kesehatan, dan PKRT Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara Agus Afrianto mengingatkan, jika dikonsumsi secara berlebihan obat tersebut sangatlah membahayakan. Apa lagi, kata dia, jika dikonsumsi lebih dari 10 sachet, diingatkan dia, dapat menyebabkan   kematian.     

"Kalau mengkonsumsi obat batuk secara berlebihan dan tidak sesuai dengan aturan, tentu sangat berbahaya. Bahkan itu dapat menimbulkan kematian," jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/3).

Dia mengendus jika biasanya penyalahgunaan obat batuk itu dilakukan oleh kalangan remaja. Bahayanya, diingatkan dia bahwa untuk obat tersebut terdapat komposisi Paracetamol. "Jika melampaui efek dosis tinggi bisa mematikan, karena keracunan dalam satu kali minum itu ada batasannya. Karena itu kalau berlebihan dapat merusak fungsi hati," tambah Agus lagi. 

Ia menambahkan, kalau dulu yang menjadi sasaran dan mengkhawatirkan itu jenis obat kode 15. Namun untuk saat ini, dipastikan dia sudah dicabut izin edarnya. Hal itu, menurut dia, dilakukan lantaran berbahaya, di mana memberikan efek sentral dari susunan saraf pusat.  

Selain itu, tambah dia, berkaitan hal ini pula Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara akan terus berupaya melakukan pembinaan terhadap pedagang, maupun apotek yang ada, agar dapat lebih hati-hati saat menjual obat itu. "Mengenai hal ini kita tetap melakukan pembinaan terhadap apotek, toko obat, maupun toko-toko lainnya yang menjual obat batuk sachet," terangnya.  

Dalam hal ini, mengharapkan kepedulian masyarakat, baik orang tua, guru, maupun pihak lainnya agar dapat ikut melakukan pengawasan.   "Kepada pihak orang tua atau pihak lainnya, kita berharap agar dapat ikut melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. Selain itu kita juga terus berupaya melakukan penyampaian informasi terkait bahayanya mengkonsumsi obat batuk secara berlebihan," pungkasnya. (dan)

Berita Terkait