Lagi, Satgas Pamtas Terima Penyerahan Senpi dari Warga

Lagi, Satgas Pamtas Terima Penyerahan Senpi dari Warga

  Rabu, 13 March 2019 10:30
SERAH SENPI: Warga Barak Perumbang menyerahkan sepucuk senjata api rakitan ke petugas Pamtas Batalyon Infanteri Raider 301/Prabu Kian Santang. (inset) Senjata api yang diserahkan. ISTIMEWA

Berita Terkait

Jenis Revolver dan Tiga Butir Munisi Kaliber 9 Milimeter

 

BADAU – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri Raider 301/Prabu Kian Santang kembali menerima penyerahan satu pucuk senjata rakitan, jenis pistol revolver dan tiga butir munisi kaliber 9 milimeter (buatan Pindad). Penyerahan tersebut dilakukan masyarakat yang tinggal di Barak Perumbang, Dusun Perumbang, Desa Kekurak, Kecamatan Badau.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tpr Kolonel Inf. Aulia Fahmi Dalimunthe mengatakan, berdasarkan laporan dari Dansatgas Pamtas Yonif R 301/PKS, Letnan Kolonel Inf. Andi Hasbulah, pistol rakitan tersebut diserahkan secara sukarela oleh Ferdi Huan, yang tinggal di Barak Perumbang. "Penyerahan senjata api ini dilakukan secara suka rela,” katanya.

Menurut Aulia, penyerahan senjata api jenis pistol revolver tersebut bermula dari adanya pendekatan dan sosialisasi yang dilakukan oleh Danpos Pamtas Perumbang, Letda Inf. Rubi Isnanto dan Prada Melkianus Seran kepada warga tersebut. Keduanya, menurut dia, mengingatkan kepada warga bahwa kepemilikan senjata api tanpa izin merupakan pelanggaran hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana. Dia menambahkan, lantaran menyadari bahwa kepemilikan senjata api ilegal adalah pelanggaran hukum, juga karena merasa aman atas keberadaan Satgas Pamtas, akhirnya warga menyerahkan dengan sukarela pistol tersebut. Penyerahan, menurutnya, dilakukan warga kepada Danpos Pamtas Perumbang, Letda Inf. Rubi Isnanto.

“Untuk saat ini, satu pucuk pistol revolver dan tiga butir munisi pistol kaliber 9 mm telah diamankan di Pos Kotis Satgas Yonif R 301/PKS,” katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut Kapendam mengimbau pada seluruh jajarannya untuk tidak pernah berhenti menyosialisasikan kepada masyarakat, terkait kepemilikan senjata api ilegal. Selain melanggar undang-undang, ditegaskan dia bahwa memiliki senjata api dapat membahayakan diri sendiri, juga membahayakan bagi orang lain. (arf)

Berita Terkait