Lagi, Orangutan Masuk Kebun Warga

Lagi, Orangutan Masuk Kebun Warga

  Selasa, 15 May 2018 10:43
SERING MUNCUL: Orang utan yang sering muncul di perkebunan warga di Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan. PAGE FACEBOOK SUNGAI PINYUH BERBAGI BERITA

Berita Terkait

Kali Ini di Desa Tanjungpura

KETAPANG – Warga Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, dihebohkan dengan datangnya seekor orang utan ke wilayah pemukiman warga di desa tersebut. Primata langka tersebut memang tidak mengganggu aktivitas masyarakat, namun sering memakan buah-buahan milik warga.

Salah satu warga Desa Tanjungpura, Mat Amin, mengatakan, orang utan yang memiliki ukuran tubuh seperti orang dewasa tersebut tidak hanya datang sekali, namun seringkali datang ke kawasan permukiman warga. "Hari ini (kemarin, Red) orang utan datang lagi. Manjat pohon dan memakan buah nangka milik warga," katanya, kemarin (14/5).

Dia menjelaskan, dalam satu bulan ini warga sudah beberapa kali melihat orang utan tersebut di kawasan permukiman. Ukuran tubuh orang utan yang cukup besar tersebut, diakui dia, membuat warga yang melihat cukup was-was juga. "Memang tidak masuk kerumah, dia hanya makan buah-buahan milik warga di kebun. Tapi kami tetap khawatir juga," jelasnya. "Kita jadi khawatir kalau buah-buahan sudah habis dia masuk ke pekarangan atau rumah warga. Yang kita khawatirkan takut terjadi konflik antara manusia dengan orangutan kalau tidak segera ditanggulangi oleh pihak terkait," lanjutnya.

Setiap kali orang utan tersebut masuk ke kawasan permukiman, mereka selalu mengusirnya, dengan tidak menyakiti primata yang dilindungi itu. Namun demikian, diakui dia juga jika orang utan itu kembali lagi dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.  "Sudah beberapa kali diusir, tapi datang lagi. Bahkan orangutan melawan kalau diusir. Kita takut orangutannya malah mengamuk," ungkapnya.

Oleh karena itu, warga berharap pihak terkait untuk bisa melakukan translokasi kepada primata tersebut, agar tidak masuk ke kawasan penduduk. "Kita minta pihak terkait baik itu BKSDA, YIARI atau apa pun untuk segera menindaklanjuti persoalan ini. Jangan sampai warga jadi terjerat hukum karena ingin melindungi diri, karena bisa saja terjadi konflik antara manusia dengan orangutan," harapnya.

Sementara itu, Media and Communication YIARI Ketapang, Heribertus, mengakui jika pihaknya belum bisa memberikan tanggapan mengenai keberadaan orang utan yang dikeluhkan warga Desa Tanjungpura tersebut. "Kita juga belum mendapat laporan mengenai kejadian ini. Tapi pada intinya kalau ada warga menemukan orangutan silakan segera laporkan ke pihak berwenang yakni, BKSDA agar bisa segera ditindaklanjuti," mintanya.

Pihaknya tidak bisa mengambil tindakan tanpa sepengetahuan atau izin dari BKSDA selaku pihak berwenang. Namun, jika sudah ada laporan ke BKSDA, maka pihaknya tinggal melakukan komunikasi dan kerja sama untuk menanggulangi persoalan tersebut. (afi)

Berita Terkait