Lagi, Korban Rabies Terdeteksi

Lagi, Korban Rabies Terdeteksi

  Selasa, 27 September 2016 09:30
RAKOR RABIES: Bupati Kapuas Hulu AM Nasir saat mengumpulkan sejumlah pejabat di kabupaten ini membahas wabah rabies yang melanda Kapuas Hulu, Agustus lalu. Sampai kini persoalan rabies belum sepenuhnya teratasi. PEMDAKH.KAPUASHULUKAB.GO.ID

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) yakni anjing kembali terjadi di Kecamatan Semitau. Saat ini korban gigitan anjing yang belum diketahui namanya oleh pihak Dinas Kesehatan setempat, sudah dilarikan ke RSUD Sintang. Informasinya, saat dibawa ke rumah sakit, korban sudah dalam keadan kritis dan mengeluarkan busa dari mulutnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Linkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Heberia Karo Sekali, mengungkapkan jika dirinya menerima kabar adanya warga Semitau yang digigit anjing diduga HPR, Minggu (25/9) malam lalu. Korban tersebut, menurut dia, sudah dilarikan ke RSUD Sintang, untuk menadapatkan penanganan medis. Diakui dia jika korban dalam keadaan kritis lantaran terlambat ditangani.

“Korban itu digigit anjing, mulutnya sudah keluar busa dan sekarang sudah dirujuk ke RSUD Sintang,” ungkapnya tanpa menyebutkan nama korban, di Ruang Rapat Setda Kapuas Hulu, Senin (26/9) pagi. Saat tergigit anjing, kata Heberia, korban tidak langsung dilarikan ke pusat pelayanan kesehatan (medis) terdekat. Dia menyayangkan ketika keadaan sudah memburuk, baru dilaporkan dan dilarikan ke RSUD Sintang.

Sementara, kata Heberia lagi, pemilik anjing yang menggigit korban bersikeras tak mau anjing peliharaannya dieliminasi petugas. Padahal, menurutnya, kepala anjing itu hendak diperiksa ke labaratorium, untuk memastikan apakah anjing itu positif rabies atau tidak? “Hal ini membuat petugas di lapangan kesulitan. Mestinya karena sudah ada korban gigitan, pemilik anjing tersebut bisa proaktif,” sesalnya.

Melihat dari penyebaran rabies di Kapuas Hulu, diingatkan Herberia agar masyakat di Bumi Uncak Kapuas waspada. Apalagi, dia menambahkan, sistem penularan yang terlihat dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Perternakan Kabupaten Kapuas Hulu tidak merambat ke kecamatan terdekat, melainkan ke kecamatan lain yang berjauhan. “Ini menggambarkan rabies tak terbatas pada jarak kecamatan, jauh atau dekat,” ucapnya.

Heberia mengingatkan jika semua kecamatan di Kapuas Hulu terancam rabies. Untuk itu diimbau dia agar semua masyarakat waspada. Dia berharap, jika ditemukan anjing berperilaku yang mencurigakan, agar segera melapor kepada petugas Dinas Pertanian setempat. Demikian juga jika ada manusia korban gigitan anjing, diharapkan dia agar segera malaporkan dan melarikan korban tersebut ke petugas medis. Dengan demikian, dia menghendaki agar semua dapat segera tertangani, supaya tak terlambat.(aan)

 

 

Berita Terkait