Lagi, Bapak Tiri Hamili Putrinya

Lagi, Bapak Tiri Hamili Putrinya

  Senin, 25 June 2018 10:00
KASUS PENCABULAN: Kapolres Kayong Utara AKBP Arief Kurniawan saat memberikan keterangan kepada awak media terkait kasus pencabulan di Kecamatan Pulau Maya, kemarin. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Seorang lelaki berinisial SA (35) tega menghamili putri tirinya, sebut saja Bunga, hingga hamil 4 bulan. Peristiwa tersebut sempat menggemparkan warga Desa Dusun Besar Desa, Kecamatan Pulau Maya.

Kepala Polres (Kapolres) Kayong Utara AKBP Arief Kurniawan telah memastikan kasus tersebut sampai ke tangan mereka pada 22 Juni lalu. Dijelaskan dia, mereka langsung membekuk pelaku begitu menerima laporan tersebut. Pelaku saat ini dipastikan dia telah mendekam di balik jeruji Polres Kayong Utara. 

Kapolres begitu menyayangkan lantaran kasus pencabulan seperti ini cukup sering terjadi di wilayah hukumnya. "Korban masih berumur 17 tahun, yang melakukannya ayah tirinya sendiri hingga hamil 4 bulan. Kasus ini sudah dilimpahkan dari Polsek Pulau Maya ke Polres dan sudah dilakukan penyelidikan. Untuk pelaku sudah kita amankan di Polres Kayong Utara," beber Kapolres   

Kapolres menjelaskan bahwa kasus ini berkaitan dengan pesoalan moral, sehingga menjadi tanggung jawab semua pihak. Dia berpesan agar para orang tua maupun tokoh agama serta tokoh masyarakat, dapat bersama-sama mengawasi anak-anaknya, sehingga dapat berhati-hati dengan pergaulan di sekitarnya. "Semua pihak harus terlibat untuk dapat bersama-sama menjaga anak-anak kita. Jangan sampai salah memilih dalam pergaulan. Selain itu dapat bersama-sama mengingatkan jika terjadi kesalahan dalam bergaul," imbuh Arief.  

Apa lagi, sambung Arief, untuk kasus pencabulan ini tentu berasal dari niat dan berawal dari kesempatan. Kalau ada niat, dia yakin kesempatan itu pasti ada. “Apa lagi rata-rata di Kayong Utara korbannya anak di bawah umur,” sesal dia.   

Untuk ancaman hukuman yang  diterima dipastikan dia tentu lebih dari 5 tahun. Ancaman tersebut, menurut dia, lantaran melihat korbannya juga anak di bawah umur. "Tentu ancamannya lebih dari 5 tahun, dan kita sudah instruksikan agar dapat diproses dengan ketentuan yang ada. Bila perlu tambah dengan pemberatan. Apa lagi inikan anaknya sendiri.  Luar biasa juga ini," pungkasnya. (dan)

Berita Terkait