Laga Berakhir Imbang, Manajemen Persipon Lakukan Evaluasi

Laga Berakhir Imbang, Manajemen Persipon Lakukan Evaluasi

  Minggu, 22 July 2018 09:48
IMBANG: Pemain Persipon usai pertandingan melawan Persinga Ngawi yang berakhir dengan skor 0-0 | MIRZA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK-Laga perdana Liga 3, Persipon melawan Persinga Ngawi yang dihelat di lapangan Keboen Sajoek (PSP), Sabtu sore kemarin berakhir dengan skor kaca mata. Meski hasilnya tak terlalu mengecewakan, evaluasi sampai perekrutan pemain baru bakal dilakukan manajemen Persipon.

Pantauan Pontianak Post, jalannya babak pertama Persipon yang sore itu mengenakan seragam berwarna merah, langsung menguasai pertandingan. Bahkan di pertengahan pertandingan penyerang Persipon, Felix hampir menembus jala gawang yang dikawal Junaidi, kiper Persinga Ngawi.

Namun sayang peluang emas itu tak berbuah gol. Tak hanya itu saja, peluang hasil serangan yang dibangun oleh Rian cs beberapa kali sempat membahayakan gawang Persinga Ngawi. Namun nyatanya anak-anak Persipon belum mampu menembus jala gawang lawan.

Di babak kedua, Persinga Ngawi sempat beberapa kali membahayakan gawang yang dijaga Segar Bangkit Wiguna Sugiharta. Tapi hari itu sama, anak Ngawi juga tak mampu membobol gawang Persipon. Bahkan hingga pertandingan berakhir skor tetap tak berubah 0-0.

Usai pertandingan, Pelatih Persipon, Syahril bersyukur dengan hasil imbang ini. Menurutnya, sebagian besar skuad Persipon masih belum pengalaman. Jadi, hasil imbang yang didapat ini merupakan hasil pantas.

Titik kelemahan Persipon dipandangnya, ada pada wing bek kiri dan kanan. Dia ingin ke depan ke dua sayap ini mesti bisa membantu menyerang. 

Ditanya penambahan pemain, ingin dia jika ada dana Persipon harus menambah pemain lagi. Hal tersebut dilakukan untuk menghadapi pertandingan selanjutnya pada 28 Juli di Madiun.

"Harusnya di pertandingan ini kami (Persinga Ngawi) menang. Tapi hasil imbang dan pulang membawa poin ini sudah cukup bagi kami," kata pelatih Persinga Ngawi, Fachmi Amiruddin.

Secara keseluruhan, ia memandang kondisi lapangannya kurang bagus. Akibatnya anak asuhnya tak bisa mengembangkan permainan dengan baik. Mengenai pertandingan ini tambah dia adanya teriakan suporter dirasa wajar saja. Usai pertandingan, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang menyaksikan secara langsung, memandang secara keseluruhan anak Persipon bermain bagus. Kondisi lapangan yang tak memadai membuat beberapa peluang emas hilang di depan mata disayangkannya. Mudah-mudahan saja di pertandingan berikutnya permainan bisa lebih baik dari ini.

Evaluasi kata dia bakal dilakukan. Utamanya perbaikan di sektor tengah dan penyerang yang dirasa masih kurang koordinasinya. 

Untuk lapangan dia berjanji juga bakal diperbaiki. Nanti anggaran khusus untuk perbaikan bakal dilakukan menggunakan APBD sebesar Rp 1 milyar.

Mengenai gaji pemain, akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. "Kita lihat skil masing-masing pemain, jika berprestasi nanti juga kita berikan bonus," katanya.(iza)

Berita Terkait