Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri

Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri

  Rabu, 16 May 2018 10:44
LAWAN TERORISME: TNI, Polri, Pemkab Kayong Utara, sejumlah tokoh masyarakat, serta tokoh agama menegaskan Deklarasi Lawan Terorisme, usai pelaksanaan debat publik yang berlangsung, Senin (14/5). DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat (Kalbar), Hildi Hamid, mengutuk rentetan aksi bom bunuh diri yang dilakukan di sejumlah gereja di Surabaya, Jawa Timur, dalam beberapa hari ini. Bupati Kayong Utara tersebut menilai aksi yang dimaksud sebagai perbuatan keji yang tak dibenarkan agama mana pun, termasuk Islam yang ajarannya rahmat bagi alam semesta. 

“Tidak ada ajaran Islam mengajarkan bunuh diri. Apalagi membunuh nyawa orang lain. Bunuh diri saja haram, apalagi membunuh manusia lain. Membunuh satu manusia dalam Islam sama dosanya seperti membunuh seluruh manusia di muka bumi,” terang Bupati dalam bincang-bincang dengan para wartawan di kediamannya di Sukadana, Senin (14/5).

Mantan anggota DPRD Kalbar tersebut mengungkapkan turut berduka atas jatuhnya korban jiwa akibat aksi tragedi bom tersebut. Ia pun mengajak umat Islam untuk bersatu melawan paham radikal hingga menjurus aksi teror yang mengancam kemanusiaan. Hildi menambahkan, bagaimanapun terorisme adalah perbuatan biadab yang bertentangan dengan nilai-nilai agama mana pun. Ditegaskan dia bahwa tidak ada satu pun agama yang mengajarkan umatnya untuk membunuh atau mencelakakan sesama. 

"Ini sudah jelas bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut oleh umat muslim di manapun. Saya yakin setiap agama pasti mengajarkan cinta kasih untuk sesama," kata dia.

Untuk itu dirinya mengajak kepada seluruh warga di Kalbar berdoa bagi para korban meninggal, luka, maupun untuk keluarga korban yang ditinggalkan agar diberi ketabahan. Ia juga mengingatkan, rentetan tragedi ini sejatinya merupakan suatu momentum bagi warga untuk semakin memperkokoh persatuan antarumat beragama. "Seluruh warga harus saling bahu membahu melawan terorisme. Kita juga berdoa bagi aparat kepolisian agar mereka senantiasa dilindungi selama bertugas," ucapnya.

Dalam kesempatan ini pula, dia mengaku prihatin karena para pelaku juga melibatkan anak-anak dalam menjalankan aksinya. Terlebih, anak-anak yang terlibat aski teror ini, diungkapkan dia, bahkan ada yang hingga meninggal dunia. "Warga Kalimantan Barat juga harus mewaspadai masuknya ajaran-ajaran yang menyesatkan yang berpotensi menjerumuskan umat ke dalam aksi terorisme," pungkasnya.

Sementara Kepala Polres (Kapolres) Kayong Utara AKBP Arief Kurniawan mengajak kepada semua lapisan masyarakat, mendukung bersama pihak keamanan, baik TNI dan Polri, memerangi tindak terorisme. Perilaku terorisme, menurut dia, saat ini sudah sangat mengacam kedaulatan bangsa.

“Bersama masyarakat Kabupaten Kayong Utara, mari kita melawan dan memeragi terorisme. Alhamdulillah tadi respons masyarakat cukup banyak. Baik dari para tokoh agama, masyarakat, pemerintah, elit politik. Pada prinsipnya mendukung upaya-upaya yang dilakukan pihak kepolisian membrantas terorisme,” terang Kapolres, usai menghadiri Debat Publik Pasangan Bupati dan Wakil Bupati di Pendopo Bupati Kayong Utara, Selasa (15/5).

Untuk di Kayong Utara, diungkapkan Arief, mengenai pelaku trorisme belum tercium indikasi ke arah sana. Walau demikian, pihaknya selalu tetap melakukan komunikasi bersama satuan pusat, dan juga selalu melakukan antisipasi-antisipasi apa yang terjadi dilapangan. Sehingga, kata dia, dapat mengatasi secara awal, jika ada mengarah ke sana. “Alhamdulillah sampai saat ini wilayah kita aman. Namun kita tetap melakukan pengawasan,” ungkapnya.

Kepada masyarakat Arief mengimbau, termasuk kepada anggota Polri di Kayong Utara, agar saling mengingatkan dan mengawasi di sekitar masing-masing. Minimal, menurut dia, di lingkungan keluarga, di mana pengawasan seperti itu sangat penting. Karena, dia yakin, apa yang terjadi di lingkungan keluarga, merekalah yang lebih tahu.

“Mari kita bersama-sama melakukan pegawasan terhadap keluarga kita terleboh dahulu. Termasuk kepada anggota polisi yang ada di Kayong Utara ini. Kira-kira ada hal yang mencurigakan segara melapor kepada kita. Baik TNI maupun Polri, sehingga dapat dilakukan secara awal,” pungkasnya. (dan)

Berita Terkait