Kurangi Kejahatan, Terapkan Nilai Agama, Menag: Kembalikan Esensi Dakwah

Kurangi Kejahatan, Terapkan Nilai Agama, Menag: Kembalikan Esensi Dakwah

  Kamis, 3 March 2016 08:06
RESMIKAN GEDUNG : Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin didampingi Gubernur Kalbar Cornelis meresmikan Gedung Qiro'ah dan Ibadah Kampus IAIN Pontianak, terlihat Menteri Agama RI sedang menandatangi prasasti gedung tersebut, Rabu (2/3). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK- Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengingatkan, bahwasanya dalam semua agama, tidak ada satupun yang mengajarkan manusia untuk menjadi mesin pembunuh. Diungkapkan pula, agama sangat penting untuk mencerahkan, mengubah pola pikir orang, agar menjadi lebih baik. “Apalagi menyembelih orang, itu ndak boleh, ini aliran tidak benar. Melalui perguruan tinggi ini di luruskan agar tidak terkontaminasi,” kata Cornelis saat menghadiri peresmian gedung kuliah baru dan gedung Qiro’ah dan Ibadah  IAIN Pontianak, Rabu (02/03).

Melalui lembaga pendidikan kata Cornelis,  bisa melahirkan mahasiswa lulusan yang bisa diterima semua pihak. Perguruan tinggi juga diharapkan mampu membangun manusia yang berkualitas. “Manusia yang tidak menjadi extrem kiri dan kanan, manusia yang tidak kena narkoba dan lain sebagainya.” sebutnya.

Dalam kesempatan itu pula, Cornelis menyerahkan bantuan dana hibah sebesar 1 miliar untuk IAIN Pontianak. Namun, dia juga berpesan, agar dalam penggunaan dana ini, harus hati-hati. “Dalam penggunaan dana hibah tolong hati-hati, sebab setiap kita menggunakan dana hibah selalu di tinting, mudah-mudahan ini manfaat untuk membangun SDM yang berkualitas. Kami perhatikan semua agama, kami  perhatikan sesuai keuangan kita. Penggunaan uang kami juga extra hati-hati, sebab jika salah langkah bisa masuk bui,” tutupnya.

Menanggapi kekurangan guru dan penyetaraan Agama, Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudin mengungkapkan, jika pendidikan keagamaan cukup baik.  Kualitas pendidikan keagamaan dari waktu ke waktu semakin meningkat, tidak hanya kualitas keagamaan, tapi juga kualitas pendidikan.

Menurut Lukman, ditengah keragamaan suku bangsa dan budaya, agama memiliki peran fungsi menyatukan semua. Dengan wilayah geografis luas ini kata Lukman, jika di kemudian hari ini fenomena kasus konflik sosial horizontal antar sesama warga bangsa langsung atau tidak, itu sesuatu yang sama sekali tidak benar. Sebab,  apapun agama itu tujuannya adalah agar manusia terjaga martabat dan martabat kemanusia, semua agama bicara hal yang sama.

“Jadi agama itu untuk manusia sendiri, jika ada saudara kita yang mungkin karena khilaf, atau keterbatasan pengetahuan keagaamaan lalu melakukan tindakan yang mengatasnamakan agama, malah merendahkan harkat itu sendiri maka itu adalah prilaku yang bertolak belakang dari esensi itu menjadi kewajiban untuk mengajak mereka, merangkul dan membimbing, bukan malah di kucilkan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Lukman mengajak dakwah harus kembali kepada esensinya,  mengajak berbeda dengan mengejek; Mengajak untuk bertindak dengan tindakan kebajikan, itu hakikat semua agama. “Jadi kalau arahnya seperti itu maka menjadi sangat masuk akal, jika berdakwah dengan cara kekerasan, bagaimana mungkin orang akan berminat jika cara dakwah sudah menakutkan,” pintanya.

Lukman juga meminta kepada akademisi IAIN Pontianak, untuk mengambil spesifikasi terkait dengan kehidupan multikultural di indoneisia, kajian ini menjadi sesuatu ciri IAIN pontianak.

“saya optimis itu modal utama nilai ini bisa kita jaga dan pelihara. Kami mendukung semua, jangan pernah merasa ditinggalkan, kita harus proaktif. Kita dukung secara maksimal. Perguruan tinggi sebuah entitias, sebuah agen perubahan,” tukasnya.

Rektor IAIN Pontianak, Hamka Siregar mengungkapkan, status perubahan  STAIN menjadi IAIN mendapat expektasi besar dari masyarakat. Ini, menunjukan existensi perguruan agama di Kalbar. “Mudah-mudahan, IAIN Pontianak menjadi Umatan Wasaqoh, menebarkan Islam yang tengah. Di mana, umat sekarang ini di hantui narkoba, islam Extrem yang dapat menggangu umat di Indoensia,” tutupnya. (Gus)

Berita Terkait