Kunjungan Provider GSM Tri ke SMP Negeri 3 Teluk Keramat

Kunjungan Provider GSM Tri ke SMP Negeri 3 Teluk Keramat

  Kamis, 15 March 2018 11:00
FOTO BERSAMA : Foto bersama rombongan manajemen Provider GSM Tri dengan pihak SMP Negeri 3 Teluk Keramat

Berita Terkait

80 Persen Digunakan Anak Muda, Dorong Pengembangan Kapasitas

Provider GSM Tri turut berkonTribusi dalam membangun masa depan generasi Indonesia dengan menghadirkan layanan internet yang kuat. Menyasar daerah-daearah yang terletak di batas negara, Tri ingin setiap anak Indonesia setara dengan anak lainna di kota yang lebih maju. Salah satu daerah yang dikunjungi adalah di Desa Lela, Kecamatan Teluk Keramat, Sambas.

SITI SULBIYAH, Teluk Keramat

ADALAH SMP Negeri 9 Teluk Keramat, berkesempatan untuk memanfaatkan akses internet terbaik dari Provider Tri. Selasa (13/3), rombongan dari Provider GSM Tri datang ke sekolah tersebut dengan maksud memberikan bantuan berupa sejumlah modem dan akses internet gratis selama satu tahun.

Perjalanan untuk ke sekolah tersebut memakan waktu yang cukup panjang. Sehari sebelumnya, rombongan beserta awak media berangkat dari Pontianak, dan menginap satu malam di Singkawang. Selasa (13/3) pagi, rombongan langsung bertolak ke lokasi. Meski menggunakan mobil, namun rombongan memilih untuk melewati Penyeberangan Kubung, Jalan Kartiyasa, yang memanfaatkan perahu.

Sampai di seberang, rombongan dijemput oleh siswa dan guru SMP Negeri 9 Teluk Keramat dengan sepeda motor. Hanya memakan waktu tak sampai 10 menit rombongan sampai ke sekolah yang terletak di jalan Nyiur Melambai itu. Seluruh siswa dan guru sudah berbaris rapi menyambut kedatangan rombongan.

Menggunakan salah satu ruanagn kelas, acara dimulai. Dalam sambutannya, Fahroni Arifin selaku Head of Brand Communication Hutchison Tri Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memajukan generasi muda dengan menghadirkan layanan internet terbaik. Apalagi hampir 80 persen pengguna kartu Tri adalah usia 15-25 tahun. “Komitmen melayani pelajar dan mahasiswa untuk kebutuhan belajar. Kami ingin mereka yang menggunakan internet Tri dapat meraih cita-citanya,” ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa kehadiran internet membuat setiap orang menjadi sejajar. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pengetahuan, mengembangkan hobi dan bakat, serta menyalurkan kreativitas. Namun sayangnya, kebanyakan anak muda dominan menggunakan internet untuk bermediasosial.

“60 persen internet digunakan untuk akses media sosial. Kalau tidak dimanfaatkan untuk mengembangkan diri, rasanya jadi kurang produktif. Untuk itulah melalui sekolah kami mendorong mereka menggunakan internet untuk belajar,” paparnya.

Sementara itu dalam sambutannya Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Teluk Keramat, Remi, menyampaikan bahwa saat ini guru-guru di sekolah tersebut memerlukan akses internet sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya sebagai seorang pengajar. “Kami sangat membutuhkan internet, utamanya untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah,” katanya.

Kehadiran layanan internet Tri didaerah itu pun diyakini dapat membantu proses belajar baik oleh guru maupun siswa. Dengan lokasi BTS yang tepat berada di desa Lela, tidak hanya guru dan siswa saja, namun masyarakat setempat juga dapat memanfaatkan internet agar tidak tertinggal dengan daerah lainnya.

“Memang internet ada efek negatif dan positif. Saya berharap layanan internet Tri dapat dimanfaatkan dengan untuk hal positif. Dengan begitu harapan saya masyarakat khususnya anak muda tidak tertinggal dengan anak muda di daerah lain,” ungkap Kepala Desa Lela, Hamidi Alid.

Akses internet Tri sebenarnaya sudah hadir beberapa tahun yang lalu di desa tersebut. Manfaatnya pun sudah semakin terasa. Salah satunya yang diungkapkan Yudi, siswa SMP Negeri 9 Teluk Keramat. Diungkapkan dia, sejak berstatus pelajar menengah pertama, dia telah memilih provider Tri. “Jaringan Tri di sini bagus,” katanya singkat.

Dia mengaku bahwa penggunaannya selama ini jarang digunakan untuk media sosial. Meski memiliki Facebook, namun dia memilih untuk memanfaatkan internet untuk mendukung pelajarannya di sekolah. “Internet biasanya saya gunakan untuk mencari rumus-rumus, seperti rumus matematika dan fisika. Selama ini internet sangat membantu,” tuturnya.

Mengawali tahun 2018, diakui Fahroni, Tri mengeluarkan kampanye bertema #SayangituTri yang mengangkat pesan positif bagi anak muda dalam menghadapi apapun tantangannya. Menampilkan materi iklan yang bercerita tentang kisah first jobber mengawali hari pertama bekerja, Tri hadir menemani dan melewati kesehariannya.

Adapun tahun ini, selain memperkuat kedekatan brand pada pangsa pasarnya, Tri iuga fokus daiam meningkatkan kualitas jaringan internet seiring dengan hadirnya spektrum tambahan di 2100 Mhz dan memperluas cakupan layanan. Saat ini jaringan 4G LTE dan 36 Tri telah menjangkau Sumatera. Kalimantan, Sulawesi. Jawa, Bali dan Lombok. serta didukung oleh fiber optik sepaniang 14 ribu km. Di akhir tahun 2017. jumlah pelanggan Tri juga meningkat menjadi 63.8 juta pelanggan dan 90 persen dintaranya adalah pelanggan data. Penetrasi pengguna smartphone mencapai 91 persen. dengan konsumsi data per pelanggan adalah rata~rata 3.75 GB per bulannya. (*)

Berita Terkait