Kubu Raya Raih Apresiasi Wana Lestari

Kubu Raya Raih Apresiasi Wana Lestari

  Jumat, 26 Agustus 2016 10:17

Berita Terkait

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum lama ini memberikan penghargaan Apresiasi Wana Lestari tahun 2016 bagi Kabupaten Kubu Raya, lantaran dinilai menjadi kabupaten terbaik dalam upaya pencegahan dan pendeteksian dini kebakaran hutan, lahan dan kebun.

 
Sertifikat atas kerja sama dalam aksi pengendalian kebakaran hutan melalui operasi pencegahan dengan patroli terpadu. Bersama Kabupaten Kubu Raya sebagai yang terbaik di tingkat kabupaten dan kota di Kalbar, Kecamatan Sungai Kakap menjadi yang terbaik di tingkat kecamatan di Kalbar dan Desa Rasau Jaya Umum menjadi desa dan Kakadaop Manggala Agni Pontianak terbaik dalam upaya pencegahan dan penanganan, penanggulangan serta pendampingan paska kebakaran.

Sekjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Dr Ir Bambang Hendroyono MM mengatakan, kegiatan penilaian terhadap daerah-daerah yang berperan aktif dalam pencegahan kebakaran hutan, lahan dan kebun di Indonesia terus dipantau oleh Kementerian Lingkungan Hidup. “Saya berharap agar daerah-daerah yang tahun 2016 ini mendapat penghargaan dan penilaian terbaik dapat terus mempertahankan dan meningkatkan upaya-upaya pencegahan. Hal itu menjadi penilaian utama adalah deteksi dini, pelaporan, pemantauan, pemadaman, penanganan paska Karhutla,” kata Bambang.

Bupati Kubu Raya, Rusman Ali mengutarakan rasa terimakasih atas dukungan semua masyarakat Kubu Raya, Pemerintah Desa hingga RT/RW, dan semua pihak-pihak yang terlibat dalam upaya-upaya pencegahan Karhutla yang selama ini dilakukan di Kubu Raya. Optimalnya upaya pencegahan Karhutla yang dilakukan, kata bupati, juga karena bantuan dari Kepolisian Daerah Kalbar, Kodam XII Tanjungpura dan semua jajaran dibawahnya hingga Babinsa, dan Polsek serta pihak-pihak swasta yang berperan aktif.

Rusman memaparkan, lantaran banyak memiliki lahan gambut membuat Kubu Raya menjadi salah satu daerah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Untuk menekan kasus Karhutla, saat ini Pemkab Kubu Raya melakukan berbagai program termasuk meningkatkan kerjasama lintas sektor. “Koordinasi tidak hanya ditingkat kabupaten, sejak beberapa tahun terakhir kami terus meningkatkan koordinasi bersama Forkopimda dalam pembentukan satgas Karhutla yang berada disetiap kampung, kecamatan hingga kabupaten,” kata bupati.

Dalam upaya pencegahan sekaligus penanggulangan Karhutla, Pemkab Kubu Raya melalui instansi terkait saat ini juga telah membentuk kampung tanggap darurat bencana. “Kampung tanggap darurat bencana ini dibentuk tak hanya untuk mengatasi kasus kebakaran hutan dan lahan saja namun juga bencana lainnya,” terangnya.

Satgas yang telah dibentuk itu ditugaskan untuk selalu siaga dalam mengantsipasi atau mencegah terjadinya karhutla terutama di kawasan yang dinilai rentan terjadi Karhutla. “Tim yang telah terbentuk itu, mengawasi masing-masing daerahnya dengan dukungan dari pemerintahan desa, kecamatan hingga kabupaten,” ucapnya.

Setiap bulan tim satgas kabupaten melakukan evaluasi terhadap rencana pencegahan Karhutla yang terjadi. Hasil audit dan evaluasi tersebut langsung dilaporkan pada provinsi dan juga pusat. “Selain merusak lingkungan juga ada sanksi hukum jika terbukti melakukan Karhutla,” tegasnya.

Belajar pada pengalaman tahun 2014-2015 lalu, cukup banyaknya kasus Karhutla di Kubu Raya membuat pemerintah daerah setempat berupaya maksimal agar kasus tersebut tidak kembali terulang.

Rusman menilai, isu Karhutla tak hanya menjadi isu nasional namun juga dunia. “Jika kasus karhutla ini terus dibiarkan, maka dampaknya sangat menyengsarakan tak hanya pada lingkungan namun juga bagi aktivitas kehidupan masyarakat,” paparnya.

Cukup baiknya upaya antisipasi sekaligus pencegahan yang dilakukan Pemkab Kubu Raya membuat kabupaten termuda di Kalbar ini mendapat penghargaan prestasi kinerja terbaik tingkat nasional dalam penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan Karhutla oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penghargaan tersebut diberikan karena Kabupaten Kubu Raya telah memenuhi pencapaian standar pelayanan minimal dalam upaya penanggulangan dan pencegahan atas terjadinya kebakaran hutan, lahan dan kebun di Kabupaten Kubu Raya.

Penghargaan yang diberikan ini merupakan motivasi dan atensi terhadap Kubu Raya yang melakukan langkah-langkah rencana aksi penanganan dan pencegahan terhadap Karhutla di Kubu Raya, sehingga dampaknya nanti Karhutla dapat dicegah dan tak terjadi lagi. “Ini adalah satu pencapaian bersama antara Pemkab Kubu Raya, masyarakat dan semua pihak yang telah turut ambil bagian dan berperan aktif dalam upaya pencegahan, penanggulangan dan penanganan Karhutla di Kubu Raya,” pungkasnya.(ash)

Berita Terkait