Kritik Wilmots, Courtois Bisa Tersisih

Kritik Wilmots, Courtois Bisa Tersisih

  Sabtu, 18 June 2016 10:29

Berita Terkait

TUNTUTAN agar generasi emas Belgia bisa meraih trofi Euro, ditambah dengan kenyataan mereka kalah 0-2 dari Italia di pertandingan pembuka Grup E, nampaknya mulai membuat kondisi internal pasukan Marc Wilmots itu goyah.

Puncaknya adalah insiden yang melibatkan Wilmots dengan kiper utama Thibaut Courtois ketika Belgia melakoni sesi latihan Senin malam waktu setempat atau Selasa dinihari WIB (14/6).

Dilansir dari beIN Sport, Wilmots dan Courtois terlibat dalam cekcok tajam setelah kiper Chelsea itu mengritik keras strategi yang diterapkan oleh pelatih 47 tahun tersebut dalam konferensi pers pasca pertandingan.

”Kami benar-benar kalah kelas di segala posisi,” keluh Courtois sebagaimana dikutip oleh Sportwereld. ”Taktik, teknis, maupun organisasi. Kami seperti bermain ala kadarnya melawan Italia,” sambung kiper 24 tahun itu.

Sejatinya, Courtois sudah merasakan bahwa ada ketidakberesan dalam taktik De Rode Duivels, julukan Belgia. Tepatnya sejak mereka kalah 1-2 dari Portugal dalam laga persahabatan (29/3).

Dalam laga uji coba berikutnya, memang Belgia tidak terkalahkan dengan dua kali menang dan sekali seri. Namun, penampilan Belgia tidak mengecewakan dengan hanya kemenangan tipis. Bahkan, ketika melawan Swiss dan Finlandia, gawang mereka sempat kebobolan terlebih dahulu.

”Karena itu, aku berharap ada pembicaraan yang benar-benar serius,” ujar Courtois seperti dilansir The Times. ”Sebab, kami begitu kurang di semua aspek,” tutur eks kiper Atletico Madrid itu.

Akibat kritikan ini, beIN Sport melanjutkan bahwa Courtois bisa kehilangan statusnya sebagai kiper nomor satu. Shot-stopper Liverpool, Simon Mignolet-lah yang akan dipercaya turun sejak menit pertama.

Namun, Wilmots langsung membantah kabar tersebut. Dia bahwa apa yang terjadi antara dirinya dengan Courtois bagian dari ”diskusi” saja. ”Selain itu, aku rasa wajar Courtois mengatakan hal itu karena suasana pasca laga masih berlangsung panas,” katanya seperti dilansir Irish Times.

Wilmots melanjutkan, Belgia seharusnya layak mendapat hasil imbang 1-1 jika melihat derasnya serangan yang mereka lakukan.

”Kami tahu bahwa kami tidak akan banyak mendapat banyak kesempatan. Namun, ketika mencetak gol pertama, mereka seperti mengendurkan serangan. Itu menjadi momen yang baik bagi kami karena jika tidak, kami bakal kesulitan,” paparnya. (apu)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait