Kreativitas Anak Muda yang Berubah jadi Lokasi Wisata

Kreativitas Anak Muda yang Berubah jadi Lokasi Wisata

  Selasa, 21 May 2019 11:41
DESTINASI: Lokasi destinasi wisata mangrove Sungai Kupah di Kubu Raya.

Berita Terkait

Menikmati Matahari Terbenam dari Mangrove Sungai Kupah

Mangrove Sungai Kupah namanya. Destinasi wisata di pesisir Kecamatan Sungai Kakap. Wisata mangrove terdekat dari pusat kota, Pontianak. Kreativitas Anak-anak muda membuat kawasan ini layak untuk dikunjungi. 

RAMSES TOBING, Pontianak

JARAK tempuh ke Mangrove Sungai Kupah dari pusat perkotaan di Pontianak sekitar 30 kilometer. Waktu tempuhnya berkisar satu jam. Banyak jalan menuju Roma juga bisa diartikan sama dengan banyak rute yang bisa ditempuh untuk menuju Wisata Sungai Kupah. 

Akses jalan yang ditawarkan melalui Jalan Kom Yos Sudarso atau akrab disebut Jeruju. Melintasi kawasan Nipah Kuning baru masuk ke Sungai Rengas. Ini sudah masuk Kabupaten Kubu Raya. 

Dari Sungai Rengas berlanjut ke Jeruju Besar. Baru kemudian sampai ke Sungai Kupah. Meski namanya Mangrove Sungai Kupah, namun lebih tepatnya berada di Tanjung Intan. 

Akses lain yang bisa ditempuh yakni melintasi Jalan Raya Kakap. Tiba di pertigaan jembatan di sungai besar, belok ke kanan masuk ke Sungai Itik. Dari sini menuju ke Sungai Kupah hingga sampai ke titik tujuan di Tanjung Intan. Tempat destinasi wisata mangrove berada. 

Jalan Raya Kakap bisa menjadi alternatif jalan yang baik untuk dilintasi. Kondisi ruas jalan lebih baik meski demikian tetap ada kerusakan jalan di sejumlah titik. Mulai dari Sungai Itik, Jeruju Besar hingga Sungai Kupah.

Tidak sulit untuk mencapai ke sana. Petunjuk bisa didapatkan bila menggunakan google maps. Sepanjang jalan juga ada petunjuk menuju ke lokasi. Bertanya ke masyarakat setempat tidak ada salahnya untuk mendapatkan kepastian Mangrove Sungai Kupah.

Destinasi wisata ini mulai dibangun tahun 2017. Namun benar-benar menjadi destinasi wisata baru satu tahun kemudian, tahun 2018. Kreativitas anak-anak muda Sungai Kupah yang mempercantik kawasan ini. Dari mengecat track menuju mangrove. Menghiasi tepian track menggunakan ban bekas. Memasang hammock pada pohon hingga membuat kursi.

Sebagian besar bahan yang digunakan untuk mempercantik kawasan mangrove adalah sumbangan masyakarat setempat, pelaku usaha maupun pemerintah desa. 

Dari sekian banyak bantuan yang diberikan, anak-anak muda pengelola destinasi ini berharap ada bantuan perbaikan akses jalan menuju ke kawasan mangrove. Ruas jalan yang dilintasi pengunjung saat ini selain rusak tapi juga masih ada jalan tanah. Bila curah hujan rendah jalan berdebu. Sebaliknya bila hujan ruas jalan menjadi becek.

Menariknya para anak muda yang mengelola destinasi wisata ini menolak bantuan uang. Mereka lebih suka bantuan barang, meskipun itu hanya ban bekas, triplek maupun cat minyak ukuran kaleng kecil. "Kami menerima sumbangan tapi bukan uang," ungkap Jumadi, pengelola kawasan ini.

Pengunjung juga bisa menikmati pemandangan lautan lepas dari lokasi ini. Tawaran menarik destinasi adalah menikmati rona merah di langit Sungai Kakap yang bisa disebut sunset.

Toni, pengelola kawasan lainnya menyebutkan Sabtu dan Minggu adalah hari yang ramai dikunjungi wisatawan lokal. Mereka yang tidak hanya menggunakan sepeda motor, tapi juga pencinta sepeda. Selain dewasa juga kalangan pelajar.

Jika sedang ramai-ramainya omset parkir bisa ratusan ribu. Kalau sepi hanya empat hingga lima motor saja yang terparkir.  Namun itu hanya di hari-hari kerja saja. "Pernah sebelum pemilu, saking ramainya pengunjung parkiran sepeda motor hingga depan kantor mercusuar," kata pria berusia 20 tahun itu. 

Para pengelola ini tidak mematok harga parkir kendaraan bermotor. Pengunjung cukup bayar seikhlasnya saja. Uang itu digunakan lagi untuk operasional. Misalnya membeli cat untuk mempercantik kawasan mangrove. 

Track yang ada saat ini masih pendek. Panjangnya hanya 120 meter. Rencananya setelah lebaran ini track akan ditambah 100 meter lagi. Bahkan ditambah juga mushola, toilet dan plaza.

"Bantuan ini diberikan pemerintah melalui dinas terkait, tapi ada juga bantuan yang diberikan dari kementerian," tambah Jumadi.

Semakin panjang track maka semakin menambah daya tarik destinasi wisata ini. Karena selain panorama laut lepas, memandang sunset tepian sebagai pembayar lelah perjalan menuju destinasi wisata mangrove Sungai Kupah. (*)

Berita Terkait