KPU Kota Singkawang Helat Pagelaran Seni Budaya

KPU Kota Singkawang Helat Pagelaran Seni Budaya

  Senin, 23 April 2018 10:41
PUKUL REBANA: Ketua KPU Kota Singkawang Ramdan bersama Wali Kota Tjhai Chui Mie dan jajaran Forkopimda Kota Singkawang secara serempak memukul rebana sebagai dimulainya Pagelaran Seni Budaya, kemarin. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Warga Diingatkan, Setahun lagi Pemilu Serentak

SINGKAWANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang menggelar Pagelaran Seni Budaya dalam rangka menyonsong satu tahun Pemilu serentak tahun 2019, di halaman Mess Daerah Kota Singkawang. "Kegiatan Pagelaran Seni Budaya dalam rangka menyonsong 1 tahun Pemilu serentak tahun 2019 ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia," kata Ketua KPU Kota Singkawang, Ramdan, Minggu (22/4).

Wadah seperti ini diyakini dia cukup efektif untuk memberitahukan kepada masyarakat, lebih kurang 1 tahun ke depan, akan dilaksanakan Pemilu serentak. Pemilu serentak yang dimaksud dia yakni Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tepatnya pada 17 April 2019. 

Terkait dengan kesiapan pelaksanaan Pemilu serentak 2019, yang sudah dilakukan KPU RI, ditegaskan dia, adalah penetapan peserta partai politik 2019, di mana secara nasional ada sebanyak 16 partai politik ditambah empat partai lokal Aceh. "Jadi ini sudah ditetapkan sebagai kontestan/peserta pemilu tahun 2019," ujarnya.   

Untuk di daerah seperti Singkawang, lanjutnya, juga sudah ditetapkan daerah pemilihan (dapil). Diingatkan dia bahwa dapil ini adalah sebagai arena bertarung atau kompetisi. "Untuk di Kota Singkawang sesuai dengan Surat Keputusan (SK) KPU RI sudah ditetapkan menjadi empat dapil," ungkapnya. 

Di mana untuk Dapil 1, disebutkan dia, meliputi Singkawang Barat, dengan jatah perwakilan legislatif sebanyak delapan kursi; kemudian Dapil 2 (Singkawang Tengah) dengan delapan kursi, Dapil 3 (Singkawang Utara – Timur) dengan 7 kursi, dan Dapil 4 (Singkawang Selatan), tujuh kursi. Sedangkan persiapan yang lain, setelah ditetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilihan Gubernur 2018, disebutkan dia yakni 147.219 jiwa. “Maka itu akan menjadi daftar pemilih sementara (DPS) pada Pileg dan Pilpres 2019,” timpal mantan jurnalis tersebut. 

Melalui kegiatan pagelaran seni budaya ini diharapkan dia, selain bertujuan untuk mengangkat budaya-budaya lokal, juga untuk menghimpun dan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut peran serta dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih. "Karena pada Pilpres 2014 lalu, partisipasi pemilih hanya mencapai 58,97 persen, sehingga masih terhtung sangat kecil atau rendah," tuturnya. 

Dengan sudah dilakukannya gerakan sadar Pemilu ini, diharapkan dia dapat semakin meningkatkan dan menggairahkan masyarakat, untuk mau datang ke TPS menggunakan hak pilihnya kelak. "Sehingga partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 akan semakin meningkat," jelasnya. 

Ramdan menambahkan, pada Pileg 2019, akan ada sebanyak 480 calon legislatif yang akan bertarung. Namun, dia menambahkan, dari 480 caleg yang bertarung kelak akan diambil sebanyak 30 caleg, sehingga 450 caleg akan tereliminasi. 

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota (Wako) Singkawang, Tjhai Chui Mie, berharap Pilgub yang jatuh pada 27 Juni mendatang dapat berjalan dengan aman dan kondusif. "Kita boleh punya pilihan atau kandidat yang berbeda, tapi kita tetap menjaga keharmonisan," ajaknya. 

Menurutnya, masyarakat ataupun simpatisan pasangan calon boleh menyampaikan dan menyosialisasikan jagoannya, dengan visi-misi program kerjanya dengan tidak membawa SARA. Dirinya sebagai kepala daerah menginginkan keluarga besar Kota Singkawang bisa bersama-sama menjaga keamanan. Karena, diakui dia, kalau hanya mengandalkan TNI, Polri, KPU, Panwas, dan kepala daerah, maka keamanan tidak akan bisa terwujud tanpa dukungan dari masyarakat. "Maka dari itu sekali lagi saya harapkan masyarakat Singkawang yang sudah cerdas, pintar dan hebat ini selalu tetap menjaga keamanan sampai pada Pileg dan Pilpres kelak," pintanya. 

Karena dalam situasi yang kondusif, dia yakin tentunya dapat mewujudkan pemilu yang berkualitas. "Kuncinya adalah bagaimana komitmen kita bersama untuk mentaati semua aturan main yang telah ditetapkan sesuai peraturan dan perundang-undangan," katanya. 

Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat Kota Singkawang untuk membuktikan bahwa mereka merupakan masyarakat yang cerdas dan dewasa, sehingga mau dan mampu menerima perbedaan secara arif dan bijaksana, serta mengedepankan cara-cara yang damai dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. "Jaga iklim yang sejuk dan kondusif serta persatuan dan kesatuan sehingga Pilgub dan Pilpres dapat berjalan dengan sukses," pesannya. 

Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Singkawang, Kompol Joko Sulistiono, mengatakan, bahwa Polri sangat serius melaksanakan kegiatan pengamanan baik Pilgub maupun Pilpres. "Keseriusan itu pula sudah ditandai dengan adanya operasi kepolisian Mantap Praja di mana sasaran dari operasi tersebut adalah mulai dari tahapan pendaftaran, penetapan, pencoblosan, sampai dengan penghitungan dan pelantikan calon terpilih," kata Joko.

Meski demikian, dia tetap mengajak kepada aparat pemerintah maupun seluruh regulasi yang melaksanakan pemilu, untuk senantiasa meningkatkan kerja sama dalam aspek komunikasi, koordinasi, maupun kolaborasi. "Tiga hal ini sangat penting karena apabila masing-masing regulator yang menyelenggarakan pemilu berjalan sendiri-sendiri maka pemilu yang dilaksanakan tidak akan bisa berjalan dengan baik," ujarnya. 

Dia yakin jika semua pihak bersama-sama membangun kerja sama sesuai tugas dan tupoksinya, maka Pemilu akan berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Terlebih, dia menambahkan, kegiatan-kegiatan yang dilakukan KPU dalam rangka Pilkada nanti tentu banyak sekali akan menimbulkan potensi gangguan kamtibmas. "Jika memang terjadi gangguan kamtibmas segera laporkan kepada kita," pintanya. 

Diingatkan dia, sebagaimana yang sudah disampaikan KPU bahwa akan ada perubahan-perubahan dalam pelaksanaan pemilu, khususnya pada Pileg dan Pilpres yang salah satunya adalah proses pencocokan dan penelitian (coklit) sudah tidak diberlakukan lagi. "Terkait dengan perubahan ini hendaknya segera disampaikan dan disosialisasikan supaya masyarakat bisa memahami pelaksanaan Pemilu yang akan datang," pintanya. (har) 

Berita Terkait