KPK Tancap Gas Usut Korupsi Simulator SIM

KPK Tancap Gas Usut Korupsi Simulator SIM

  Selasa, 29 March 2016 15:52

Berita Terkait

JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi langsung tancap gas mendalami korupsi driving simulator SIM di Korlantas Polri 2011, usai menahan tersangka Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo Sastronegoro Bambang, Senin (28/3).

Lembaga antikorupsi memanggil tiga saksi dari kalangan swasta. Mereka ialah Acep Kursina, Tubagus Gumilar Budiman, Budi Prasetyo. 

"Mereka diperiksa untuk tersangka SSB," tegas Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, Selasa (29/3).  Yuyuk menjelaskan, saksi akan diperiksa untuk melengkapi pemberkasan tersangka Sukotjo. 

Seperti diketahui, Sukotjo  ditahan KPK setelah empat tahun lebih menyandang status tersangka.  Kepala Bagian Pemberitaan KPK Priharsa Nugrahan mengatakan, sebelumnya Sukotjo berstatus narapidana perkara penipuan dan penggelapan di Lembaga Pemasyarakatan Kebun Waru, Bandung, Jawa Barat. Sehingga, KPK tidak dapat melakukan penahanan terhadap Sukotjo dalam kapasitasnya sebagai tersangka driving simulator SIM.  Sukotjo dinyatakan bebas bersyarat  pada 3 Januari 2014 atas permintaan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Alasannya, karena Sukotjo dianggap  sebagai pengungkap kasus simulator SIM yang merugikan keuangan negara hingga Rp121 miliar itu. 

 “Sebelumnya status SSB narapidana. Kan narapidana tidak dapat dilakukan penahanan,” kata Priharsa, Senin (28/3).  

Karenanya, KPK baru melakukan penahanan terhadap Sukotjo. Ia dijebloskan ke Rumah Tahanan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan untuk 20 hari pertama. “Penahanan untuk kepentingan penyidikan,”  ujar Priharsa.     

Bukannya gentar, Sukotjo malah menegaskan, akan terus membongkar kasus yang sudah menyeret mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo itu. (ody)

Berita Terkait