KPK Masih Lemah soal TPPU

KPK Masih Lemah soal TPPU

  Kamis, 13 June 2019 11:00
RAPAT: Ketua KPK Agus Rahardjo saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (12/6). HENDRA EKA/JAWA POS

Berita Terkait

Pansel Persilakan Incumbent Daftar Lagi 

JAKARTA – Pansel Capim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertandang ke Gedung Merah Putih KPK kemarin (12/6). Kesempatan itu mereka manfaatkan untuk menyerap masukan dari internal KPK. Tujuannya, mendapat gambaran apa saja yang dibutuhkan serta perlu diperkuat dari lembaga antirasuah tersebut. 

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih menyatakan, banyak hal yang mereka bahas bersama. Mulai keberhasilan sampai kendala KPK selama empat tahun terakhir. Menurut Yenti, informasi itu penting supaya pansel bisa turut mencari solusi. Dengan begitu, mereka bisa berpartisipasi meningkatkan kinerja KPK untuk periode kepemimpinan yang akan datang. ’’Yang kedua, kami meminta bantuan untuk tracking rekam jejak nanti,’’ ungkap dia. 

Yenti meminta KPK turut memfilter capim KPK yang mereka seleksi. Apakah sedang bermasalah atau tidak, lalu apakah ada kaitannya dengan perkara yang tengah ditangani KPK atau tidak. ’’Sehingga (apabila ada yang dipandang bermasalah oleh KPK) kami tidak akan melanjutkan seleksi mereka,’’ terangnya. Bagaimanapun, pimpinan KPK wajib bersih dari perilaku buruk, khususnya korupsi. Yenti menyampaikan bahwa Pansel Capim KPK ingin ada kesinambungan antara Agus Rahardjo dan empat pimpinan lainnya dengan pimpinan KPK yang akan datang. ’’Kami harus tahu banyak,’’ ujarnya. 

Yenti menyebutkan, pihaknya memandang KPK perlu diperkuat dalam memproses tindak pidana pencucian uang (TPPU). ’’Antara lain ya, maaf ya, Pak. TPPU-nya (KPK sekarang) masih lemah,’’ imbuhnya. Karena itu, mereka berupaya mencari figur pimpinan KPK yang bisa menutup kelemahan tersebut. Menurut Yenti, lemahnya penanganan TPPU oleh KPK saat ini bukan hanya pandangan Pansel Capim KPK. Melainkan turut diperoleh dari pihak lain di luar KPK. Dia menyebutkan bahwa timnya mendengar saran dan masukan dari mana pun. Baik internal KPK maupun luar KPK. Selain itu, mereka menyoroti komposisi pimpinan KPK. Dia menyatakan, saat ini sudah ada yang berlatar belakang polisi. Namun, belum ada yang berlatar belakang jaksa.

Lantas, adakah pimpinan incumbent KPK yang didorong untuk kembali mencalonkan diri? Perempuan yang pernah terlibat sebagai Pansel Capim KPK pada 2015 itu pun menyampaikan, pihaknya turut mendorong apabila ada yang maju dari internal KPK. 

Terkait dengan hal itu, Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang menyampaikan bahwa ada tiga pimpinan yang dinilai patut mencalonkan diri. ’’Saya nyalonkan lagi Pak Laode, Bu Basaria, Pak Alex,’’ imbuhnya. ’’Saya nggak, saya mau main-main. Mau nanam ubi jalar,’’ tambah dia. Sementara itu, Basaria menjawab diplomatis ketika ditanya kemungkinan dirinya maju kembali. ’’Nanti kita lihat,’’ kata dia singkat. (syn/c19/oni)

Berita Terkait