KPA dan KSOP Galakkan Sosialiasi HIV/AIDS Bagi Pekerja Pelabuhan

KPA dan KSOP Galakkan Sosialiasi HIV/AIDS Bagi Pekerja Pelabuhan

  Rabu, 31 Oktober 2018 09:53
EVALUASI: KPA mengadakan evaluasi program kerja penanggulangan HIV/AIDS untuk pekerja pelabuhan. SIGIT/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK—Pemerintah Kota Pontianak lewat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pontianak terus menggalakkan sosialiasi untuk menekan jumlah pengidap HIV/AIDS, khususnya bagi pekerja pelabuhan. Kegiatan ini sendiri didukung penuh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Provinsi Kalimantan Barat.

Sekretaris KPA Pontianak Lusi Nuryanti menyebutkan, secara tugas Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Kota pontianak maupun KPAD Kalbar akan berkomitmen melakukan berbagai upaya-upaya mengenai penyakit seksual tersebut. Baik itu pencegahan, tes, hingga pengobatan dari penyakit itu sendiri, khususnya untuk para pekerja pelabuhan.

“Untuk para pekerja pelabuhan di Kota Pontianak sendiri kita sudah melakukan tes terhadap mereka sejak 2016 lalu hingga tahun ini yang terakhir. Selama 3 tahun melakukan tes tersebut, hanya di tahun 2016 kita mendapat 1 orang pekerja pelabuhan yang positif mengidap AIDS, sementara untuk tahun 2017 dan 2018 nihil,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak KPA terus melakukan analisa terhadap hasil tes tersebut untuk memastikan para pekerja pelabuhan di Kota Pontianak benar-benar bebas AIDS. Dan dari hasil analisis yang didapat ternyata ada beberapa pekerja yang sebenarnya positif, namun minum obat HIV untuk menekan virus yang ada di dalam tubuh mereka, sehingga tidak terdeteksi ketika di tes.

“Ini menjadi pembelajaran, kalau HIV memang tidak ada obat yang bisa menyembuhkan. Namun bisa menekan virus yang berkembang di dalam tubuh, itupun dengan syarat harus minum obat antiretroviral setiap hari, dan tidak boleh terlambat. Itupun arus dilakukan seumur hidup,” jelas Lusi.

Untuk pemilihan pekerja pelabuhan ini sendiri sebagai tempat pengadaan tes HIV/AIDS, Lusi mengatakan bahwa ini diangkat melalui kasus yang telah ditelaah di tingkat nasional. Dari KPA Nasional mengadakan survei lima pelabuhan kota-kota besar di Indonesia, sebanyak 60 persen pekerjanya memang jujur mengatakan bahwa pernah berhubungan intin dengan pekerja seks tanpa menggunakan pengaman. 

“Mengingat penyebaran penyakit AIDS ini memiliki dampak mobilitas yang tinggi, Pemerintah Pontianak melalui KPA langsung bertindak cepat untuk mengadakan tes di beberapa pelabuhan di Kota Pontianak, seperti pelabuhan Dwi Kora dan pelabuhan Senghie,” katanya.

Ia juga mengatakan, disetiap pelabuhan di Kota Pontianak sekarang juga sudah menyediakan klinik untuk para pekerja pelabuhan memeriksa diri terkait penyakit AIDS ini tanpa biaya. 

“Awalnya memang susah untuk meminta para pekerja pelabuhan ini untuk ikut tes. Tapi kami terus memberi edukasi kepada mereka terkait bahaya penyakit yang satu ini, perlahan dari mereka mulai mau mencoba tes,” pungkas Lisa.

Sementara itu, Kepada KSOP Kelas II Kota Pontianak Darmapala, sangat mendukung penanggulangan HIV/AIDS yang ada di lingkungan pelabuhan, khususnya di Kota Pontianak. Menurutnya, banyak pekerja yang berpotensi mengidap AIDS, dan bisa menularkan kepada pekerja lainnya. Maka dari itu, KSOP juga telah memberikan anggaran dana kepada KPA untuk melakukan tes di beberapa pelabuhan yang ada di Kota Pontianak.

“Ini sebagai langkah mengantisipasi penyakit tersebut. Bukan berarti pekerja pelabuhan memiliki risiko mengidap AIDS, namun ini hanya sebagai langkah kecil untuk paling tidak menanggulangi penyebaran HIV/AIDS terhadap para pekerja di pelabuhan,” katanya. (sig/ser)

Berita Terkait