Kotak Suara Mesti Disimpan Secara Aman

Kotak Suara Mesti Disimpan Secara Aman

  Rabu, 19 December 2018 10:36
KOTAK SUARA: Bawaslu Pontianak meninjau penyimpanan kotak suara Komisi Pemilihan Umum di gudang logistik Jalan Urai Bawadi. ISTIMEWA

Berita Terkait

PONTIANAK - Badan Pengawas Pemilu Kota Pontianak meninjau penyimpanan kotak suara Komisi Pemilihan Umum di gudang logistik Jalan Urai Bawadi, siang kemarin.

Koordinator divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Lembaga Bawaslu Pontianak, Irwan Manik Radja di Pontianak mengatakan dari pemantauan logistik yang telah tersedia seperti kotak suara tidak mengalami kerusakan dan bisa dipergunakan dengan baik. 

“Kami meninjau kemarin dan secara umum aman-aman saja. Tidak ada kendala atau masalah lainnya,” terang Irwan di Pontianak, kemarin.

Ia memberikan sejumlah saran dalam penyimpangan kotak suara. Seperti disimpan di tempat yang lebih tinggi dan jauhkan dari sinar matahari.

“Lebih bagus menjaga. Makanya kami sarankan tadi, karena alas di bagian depan di lokasi penyimpangan rendah untuk ditambah biar lebih tinggi. Sementara bagian belakang di dalam gudang tinggi, jadi tidak masalah,” kata Irwan. 

Namun, masih dijelaskan Irwan belum seluruhnya kotak suara datang. Selain itupun, meski meskipun pemilu 2019 akan dilaksanakan beberapa bulan lagi, perakitan kotak suara itu rencananya dilakukan bulan depan.

“Informasi yang kami terima dari petugas di gudang logistik, perakitannya mulai bulan depan,” ujar dia. 

Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalbar Umi Rifdiawaty mengingatkan KPU agar memastikan kotak surat berbahan kardus yang digunakan pada Pemilu 2019 tersimpan di tempat yang aman.

Penyebabnya, menurut Umi, keberadaan kotak berbahan kardus itu menuai pro kontra di masyarakat sehingga diperlukan penanganan khusus. “Masih empat bulan lagi menuju hari pemungutan suara Pemilu 2019, sehingga logistik yang sudah tiba itu harus tersimpan dengan baik, seperti kotak suara,” pinta Umi. 

Menurut Umi KPU harus melaporkan jika memang terjadi kerusakan. Sebab bisa saja kerusakan terjadi ketika proses distribusi kotak suarat dilakukan. 

“Melihat jalur pendistribusian di Kalbar tentu ada risiko yang dihadapi dalam pendistribusian kotak suara. Jadi KPU harus segera melapor jika terjadi kendala,” pinta Umi. 

Umi menyebutkan dari pengalamannya 10 tahun terakhir di KPU, bahwa penggunaan kotak suara sudah berbahan kardus sudah pernah dilakukan di pemilu 2014. 

Bahkan juga pernah dipergunakan pada pilkada 2018. Hanya saja penggunaan itu untuk melengkapi kekurangan dari kotak suara dari bahan alumunium yang selama ini digunakan. 

“Dulu pernah tapi tidak banyak jumlahnya. Sekarang sesuai peraturan perundang-undangan, maka pemilu 2019 nanti kotak suarat harus transparan. Muncul kotak suara yang sekarang. Tentu harus ada standar pengamanannya,” pungkas Umi. (mse)

Berita Terkait