Korban Sembuh Saat Basarnas Tiba

Korban Sembuh Saat Basarnas Tiba

  Kamis, 14 March 2019 09:06
BERI PERTOLONGAN: Tim Basarnas Pontianak saat menuju ke MV Queen Victoria di perairan Jungkat kemarin. Basarnas bersama instansi terkait lainnya memberikan pertolongan di situasi darurat pada salah satu penumpang kapal pesiar tersebut. BASARNAS FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Upaya Petugas Basarnas Mengevakuasi Turis di Kapal Quen Victoria

Petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak batal mengevakuasi seorang turis asal Jerman yakni, Demick Brigitte yang berada di kapal pesiar MV Queen Victoria dari Denpasar, Bali tujuan Vietnam. 

----

Turis tersebut rencananya akan dievakuasi lantaran menderita sesak pernapasan. Namun, ketika petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan telah berada di lokasi pertemuan yakni di perairan muara Jungkat, Kabupaten Mempawah evakuasi batal dilakukan lantaran yang bersangkutan akhirnya dinyatakan sembuh oleh tim medis kapal pesiar yang membawanya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Hery Marantika mengatakan, pada Rabu 13 Maret sekitar pukul 13.15 menit, pihaknya menerima kiriman email dari kantor SAR Surabaya.

Dimana, lanjut dia, isi dari email tersebut berisikan jika kapal pesiar MV Queen Victoria ingin mengevakuasi satu orang penumpangnya, minta di penanganan medis karena mengalami sakit pernapasan. 

“Dari informasi email itu, pukul 13.30 kami langsung kerahkan petugas ke titik pertemuan dan langsung berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut dan petugas Kesehatan Pelabuhan serta KSOP,” kata, Hery. 

Hery menjelaskan, saat itu pihaknya langsung berkoordinasi pula dengan Vessel Traffic Sistem  (VTS), untuk menentukan titik pertemuan antara kapal SAR dan kapal pesiar tersebut. “Pukul 17.30 kapal kami sudah tiba di bertemu dengan MV Queen Victoria di muara Jungkat,” ucapnya. 

Hary menuturkan, setelah petugas berhasil bertemu dengan kapal pesiar tersebut, warna negara asing yang rencananya akan dievakuasi ke Pontianak itu, terlebih dahulu dilakukan penanganan medis. 

Dari penanganan medis yang dilakukan tim kesehatan kapal pesiar, dia menambahkan, korban pun dinyatakan pulih. Sehingga korban mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan evakuasi. 

“Korban meminta untuk melanjutkan perjalannya ke Vietnam. Suami korban dan setelah mendapat izin dari nahkoda kapal, akhirnya yang bersangkutan dizinkan kembali untuk melanjutkan perjalan,” sambungnya. 

Hery menyatakan, terlepas korban menyatakan membatalkan untuk dievakuasi, yang tindakan cepat yang dilakukan pihaknya adalah untuk memberikan pertolongan kepada siapapun yang berada di laut. “Alhamdulillah, tindakan cepat yang kami lakukan mendapat tanggapan baik dari nahkoda kapal. Dan tentu kerja ini adalah untuk menjaga nama baik Indonesia,” pungkasnya. (adg)

 

Berita Terkait