Korban Luka-luka Akibat Gelasan Berjatuhan

Korban Luka-luka Akibat Gelasan Berjatuhan

  Senin, 13 May 2019 12:01
RAZIA LAYANGAN: Razia layangan beberapa waktu lalu. Pemain layangan dinilai sudah meresahkan, karena korban luka berjatuhan.

Berita Terkait

Pemain Layangan Diburu, Dapat Bakal Ditindak

Tindakan tegas kepada pemain layangan bakal dilakukan. Hal ini karena munculnya korban luka-luka akibat para pemain layangan. Mereka pun dinilai mengabaikan kepentingan dan keselamatan orang lain. Kebanyakan, para pemain menggunakan benangtajam (gelasan).

Sugeng, NGABANG

DALAM beberapa hari terakhir, sejumlah warga di Kota Sanggau dan sekitarnya menjadi korban tali layangan yang putus. Kembali memakan korban, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sanggau terus memburu warga yang masih bermain layangan. Mereka juga mengancam melakukan tindakan tegas.

Tindakan tegas terpaksa dilakukan mengingat munculnya korban luka-luka dan para pemain layangan terkesan mengabaikan kepentingan dan keselamatan orang lain.

 “Mereka main di tempat-tempat yang tidak seharusnya dan mengabaikan keselamatan orang lain. Kemarin, sudah ada korban luka akibat tali benang layangan ini,” ungkap Wendi Very Nanda selaku Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Sanggau.

Penertiban para pemain layangan ini tertera di Peraturan Daerah Tentang Ketertiban Umum (Perda Tibum). 

“Perda Tibumnya sudah ada. Didalamnya tercantum larangan bermain layangan, inilah salah satu alasan kita melakukan penindakan,” tegasnya.

Wendi menyebut ada beberapa tempat yang dijadikan lokasi bermain layangan diantaranya daerah di depan Kantor Pengadilan, Beringin, Bunut dan di Jalan Ampera.

Ketua DPRD Sanggau, Jumadi menyambut baik tindakan tegas yang dilakukan Satpol PP Sanggau. Ia menyadari permainan layangan ini merupakan hobi, dari orang tua sampai anak-anak. Namun, jangan sampai hobi ini mengganggu orang lain.

 “Mereka harus bisa mencari tempat yang aman jauh dari keramian, pemukiman dan jalan raya serta jaringan listrik,” ujarnya.

Kepada orang tua, ia mengharapkan agar mengawasi anak-anak mereka yang biasa bermain layangan. Begitu juga warga yang mendapati orang dewasa bermain layangan agar memberi peringatan terutama bagi mereka yang bermain di lingkungan padat lalu lintas dan rawan kabel listrik tegangan tinggi.

 “Saya dukung. Saya minta di razia saja dan orang tua saya minta memahami karena resiko bermain layangan di sembarangan tempat itu sangat tinggi,” katanya, Minggu (12/5) kemarin. 

Memakan korban

Kebanyakan, korban luka akibat benang gelasan dari layangan yang putus. Layangan yang diadu, putus, maka gelasan (benang tajam) akan turun. Saat itulah, pemilik benang (layangan) menggulung secara cepat agar benang yang putus tersebut tidak diambil orang. Kecepatan itulah yang membuat, benang tajam (gelasan) apabila melekat ke korban akanmenimbul kan luka. Kebanyakan pengendara motor. Ketika, tersambar benang gelasan yang ditarik cepat, dipastikan akan menimbulkan luka. 

Asal tahu saja, benang gelasan tersebut biasanya terbuat dari benang nilon biasa yang dilapisi dengan bubuk kaca dan sejumlah lem dan pewarna.

Selain pengguna memakai gelasan, juga dikenal penyauk layangan putus. Sedangkan layangan yang digunakan menggunakan benang tali kawat, untuk memudahkan menangkap tali layangan. (*)

Berita Terkait