Korban Gigitan Terus Bertambah

Korban Gigitan Terus Bertambah

  Sabtu, 3 September 2016 09:46
DISUNTIK: Hewan anjing sedang divaksin antirabies

KETAPANG - Korban Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) masih terus bertambah. Terbaru, tiga warga di Kecamatam Hulu Sungai digigit oleh anjing pada Kamis (1/9) lalu. Namun belum dapat dipastikan apakah anjing tersebut mengidap virus rabies atau tidak.

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Heri Yulistio melalui Kasi Pengamat Penyakit dan Imunisasi, Ardi, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dan mengumpulkan data terkait tiga warga yang digigit anjing tersebut. "Belum dapat dipastikan positif rabies atau tidak," kata Ardi saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (2/9).

Ia mengaku masih belum mendapatkan laporan lengkap terkait tiga orang yang digigit anjing tersebut. Termasuk desa, jenis kelamin dan usianya. Namun yang jelas, adanya tiga gigitan anjing ini membuat masyarakat di sekitar lokasi heboh. "Masyarakat kita sudah sadar akan rabies ini. Makanya mereka khawatir," jelasnya.

Melalui tim di lapangan, Dinas Kesehatan sudah menyuruh tiga korban gigitan tersebut untuk datang ke Puskesmas yang menyediakan Vaksin Anti Rabies (VAR). Hal itu dilakukan untuk mencegah berkembangnya virus rabies dalam tubuh jika memang betul anjing yang menggigit positif rabies. "Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Petenakan untuk penanganan anjing yang menggigitnya," ungkap Ardi.

Ardi menceritakan, tiga orang tersebut digigit oleh anjing saat hendak mengandangkan anjing. Pasalnya, saat ini banyak anjing di Hulu Sungai yang sakit. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan apakah positif rabies atau tidak. "Makanya untuk mengantisipasinya anjing yang sakit diminta untuk dikurung. Saat hendak mengurung itulah tiga orang ini digigit," katanya.

Ia menambahkan, hingga minggu 34 tahun 2016, sudah tersapat 152 GHPR yang tersebar di 15 kecamatan di Ketapang. Tertinggi, GHPR justru terjadi di Kecamatan Delta Pawan yang mencapai 29 kasus gigitan, disusul Kecamatan Sandai yang sudah mencapai 28 gigitan. Sementara untuk korban meninggal dunia akibat rabies, di tahun 2016 tidak ada.

Jika dibandingkan dengan tahun 2015, jumlah GHPR tahun 2016 belum mencapai separuhnya. Pada tahun 2015, terdapat 368 kasus GHPR dan dua orang meninggal dunia. Di mana pada tahun itu juga Ketapang ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies. "Tapi yang meninggal di tahun 2015 itu korban gigitan di tahun 2014," ujar Ardi.

Terkait vaksin, ia mengaku persediannya cukup. Bahkan, hampir di semua puskesmas tersedia VAR. "Untuk penanganan kita siap. VAR juga siap dan selalu ada. Jika ada masyarakat yang digigit oleh hewan penular rabies, segera mendatangi puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih cepat. Karena gejala rabies ini tidak bisa langsung dirasakan. Paling cepat 1-2 bulan. Tergantung jauh atau dekatnya lokasi gigitan dengan otak," paparnya.

Sementara terkait status KLB diperpanjang selama enam bulan kedepan per Agustus lalu. "Sebelum ada rapat di Pontianak, status KLB akan diperpanjang enam bulan per Agustus. Kita berpatokan kepada provinsi karena saat ini provinsi masih status KLB rabies," pungkas Ardi.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distanak Ketapang, Khoirul Syahri, mengatakan, pihaknya masih melakukan VAR kepada hewan yang dianggap dapat menularkan virus rabies. Termasuk di antaranya ribuan ekor anjing yang sudah divaksin oleh pihaknya.

"Karena daya tahan vaksin hanya setahun. Makanya sejak Maret sampai Mei tahun ini sudah 3.300 vaksinasi yang terdistribusikan ke seluruh wilayah Ketapang. Sedangkan untuk eleminasi terhadap anjing-anjing liar yang terinfeksi untuk tahun 2015 sudah ada ratusan ekor dan untuk tahun ini sudah ada dilakukan tetapi belum didata kembali," katanya.

Dari data yang berhasil dihimpun pihaknya pada tahun 2015 terdapat sebanyak 9.533 ekor anjing yang tersebar di 20 kecamatan di Ketapang. Namun untuk data tahun 2016 diakuinya populasi anjing terus bertambah. Karena dalam setahun anjing dapat hamil sampai 3 kali.

Untuk itu, Khoirul mengimbau kepada seluruh pemilik anjing di Ketapang untuk dapat proaktif melakukan vaksinasi terhadap anjingnya kepada pihaknya.

"Jadi bisa dengan tiap desa berkumpul, petugas kita datang memberikan vaksin. Pemberian vaksin ini dilakukan gratis tanpa dipungut biaya," jelasnya. (afi)