Kontes Ikan Cupang Regional Kalbar, Sisipkan Pesan Tentang Karantina dalam Lomba

Kontes Ikan Cupang Regional Kalbar, Sisipkan Pesan Tentang Karantina dalam Lomba

  Selasa, 9 July 2019 09:52
KONTES : Suasana kontes ikan cupang bertajuk Borneo Betta Battle 2019 di Warkop Bersama, Jalan Cendrawasih Pontianak, Minggu (7/7). ISTIMEWA

Berita Terkait

Kontes ikan cupang se-Kalbar bertajuk Borneo Betta Battle 2019 sukses digelar, Minggu (7/7).  Selain berkompetisi, para penghobi ikan cupang juga mendapat sosialisasi tentang karantina dan pengiriman ikan hias secara legal. 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

SELAMA ini ikan cupang masih dipandang sebelah mata. Padahal apabila hobi ini ditekuni dapat mendatangkan keuntungan cukup besar. Karena harga cupang kontes bisa bernilai jutaan rupiah tergantung dari jenis dan kecantikan ikannya. 

Hal itulah yang membuat pihak penyelenggara dari Asosiasi Ikan Cupang menggelar kontes bertajuk Borneo Betta Battle 2019. "Menekuni hobi memelihara ikan cupang dapat menjadi solusi baru untuk meningkatkan pendapatan dan membantu mengurangi angka pengangguran," ungkap Wakil Ketua Panitia penyelenggara, Hengky. 

Karena itu, even ini diadakan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan cupang. Sekaligus membuka peluang pasar yang strategis, membuka lapangan pekerjaan baru yang menjanjikan serta menarik minat kewirausahaan. 

"Ini juga diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang kreatif dan mandiri serta mempererat persautuan dan kesatuan NKRI melalui Komunitas Ikan Cupang," terangnya.

Pada kontes kali ini, diikuti 314 peserta terdiri dari penghobi cupang Pontianak, Mampawah, Singkawang , Bekasi, Jawa Barat hingga Malaysia. Untuk penilaiannya sendiri sudah berdasarkan standar Asosiasi Beta Indonesia (ABI). 

Adapun kelas yang diperlombakan adalah serit, halfmoon, plakat, giant, baby, female open dan blue rim (special class). Dalam kontes tersebut panitia mengundang Juri Abdul Mutholib dari Jakarta. 

Even ini terselenggara atas didukung oleh Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pontianak (SKIPM) serta Pemkot Pontianak dan Bank Kalbar. Dengan dibuka langsung oleh  Kepala SKIPM Pontianak Miharjo. 

"Kami dalam rangka bulan bakti karantina ikan, SKIPM Pontianak turut mendukung terselenggaranya event kontes ini. Sekaligus sosialisasi peraturan karantina ikan dan proses pelayanan karantina ikan melalui PPK online," ujar Miharjo. 

Harapannya  dapat mempermudah pengguna jasa karantina ikan termasuk, para pengusaha dan penghobi ikan cupang dalam pengurusan sertifikat karantina. Terutama jika akan melalulintaskan ikan cupang tujuan domestik maupun ekspor .

"Mengusung tema, kalau kirim bisa legal, kenapa harus ilegal, ini bermaksud untuk memberikan pemahaman para penghobi bahwa pengiriman cupang itu prosesnya sangat mudah," jelasnya. 

Ia menceritakan SKIPM Pontianak di tahun 2019 sudah dua kali melakukan tindakan penahanan dan pemusnahan ikan cupang illegal dari Pontianak tujuan domestik, sejumlah 85 ekor. 

Miharjo juga menyampaikan pentingnya sertifikasi dan pemeriksaan lalulintas ikan cupang. Yang tujuannya untuk mencegah mewabahnya hama dan penyakit ikan guna melindungi dan menjaga kelestarian sumber daya ikan. Para peserta kontes pun sangat antusias dengan layanan PPK online itu. 

Adapun para pemenang kontes kali ini, Andri Ahiong dan Vendi dari Pontianak sebagai juara Umum. Single Fighter dengan poin 221 diraih oleh Willy Kok, Juara Umum Team Fighter dengan poin 242 diraih oleh Buncit Betta.

Rencannaya bulan September mendatang akan kembali digelar kontes dengan cakupan peserta yang lebih luas.  Direncanakan bakal mengundang peserta dari Kaltim, Kalsel, Kalteng dan menembah jumlah peserta dari Malaysia.(*)

Berita Terkait