Kontes Durian Sanggau

Kontes Durian Sanggau

  Senin, 30 July 2018 10:18
TURIS. Kontes Durian Sanggau 2018 di Balai Karangan, Kecamatan Sekayam dihadiri turis dari Perancis dan Belgia. FOTO SUGENG/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Turis Belgia & Perancis Anggap Unik

SANGGAU – Kontes Durian Kabupaten Sanggau yang dilaksanakan di Kecamatan Sekayam dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata daerah. Kemasan acara yang baik diharapkan menjadi minat bagi turis mancanegara.

Selain mencari varietas unggul, wisata berburu buah-buahan lokal Sanggau seperti buah durian sejauh ini sudah sangat dikenal melalui festival dan kontes durian yang dilaksanakan secara rutin oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, kegiatan serupa tidak boleh berhenti dilaksanakan.

 “Durian di Kalimantan Barat, khususnya di Sanggau ini sudah sangat terkenal di Indonesia berkat acara yang dilaksanakan secara rutin. Dari segi rasa, durian di sini (Balai, Sanggau) juga tidak kalah enak dengan durian dari daerah lain di Indonesia,” ungkap Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Suwandi saat menghadiri kontes durian di Sekayam belum lama ini.

Sejumlah tamu penting hadir dalam acara yang dilaksanakan pada 27 Juli 2018 lalu termasuk turis dari Perancis dan Belgia. Kehadiran keduanya sontak menjadi perhatian masyarakat setempat. Kedua turis tersebut terlihat begitu menikmati suasana kontes. Keduanya juga berkesempatan menikmati langsung buah durian lokal asal Balai Karangan, Sekayam.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau, John Hendri mengaku senang karena acara tahunan tersebut sudah mulai mendapat perhatian mancanegara.

 “Tinggal bagaimana kedepan kita mengemasnya lebih menarik supaya turis-turis mancanegara mau datang ke sini. Inilah salah satu wisata buah durian lokal yang harus kita maksimalkan untuk mengenalkan daerah kita kepada pihak luar,” jelasnya.

Kontes durian 2018 kemarin sedikitnya diikuti 102 peserta. Buah durian dari Varietas Na milik Muksim akhirnya memenangi kontes.  Sementara itu, di posisi kedua dimenangkan oleh Supriatin dan ketiga dimenangi Susanto.

 “(Pemenang) juara pertamanya Pak Muksim. Durian ini (Varietas Na) warnanya sangat bagus, sedikit orange, ketebalannya sangat tinggi, teksturnya lembut dan halus, rasanya manis pulen, kental, gurih dan wanginya mendekati sempurna,” ungkap Ketua Dewan Juri, Karim Aristides.

Karim, sang penemu durian pelangi Papua ini menyebut dari kontes tahun ini, rasa duriannya hanya manis pulen saja, manis kental. Jika dibanding tahun sebelumnya, buahnya manis ada pahit-pahitnya.

 “Tahun ini kita tidak dapat yang manis pahit. Rata-rata manis kental, manis gurih. Dari juara satu sampai tiga tidak ada yang manis pahit,” tegasnya.

Mengenai peluang ekspor dari buah durian yang menang kontes, kolektor durian se-Indonesia ini menyebut peluang ekspor ke negara-negara tertentu seperti Thailand, Jepang dan Korea masih bisa. Namun belum untuk ekspor ke negara-negara besar.

 “Tapi kalau untuk negara besar seperti China, Hongkong, Taiwan, itu tidak masuk. Dari segi rasa tidak masuk, dari segi warna, ketebalan, wanginya masuk. Manis pulen itu Thailand, Jepang, Korea, termasik Indonesia 80 persen maunya manis gurih,” terang dia. (sgg)

Berita Terkait