Konsumsi Daging Beku Terus Meningkat

Konsumsi Daging Beku Terus Meningkat

  Kamis, 10 January 2019 10:30
ilustrasi: DAGING BEKU

Berita Terkait

PONTIANAK – Kepala Divisi Regional Bulog Kalbar, Sabaruddin Amrullah mengatakan, rendahnya inflasi dari sektor komoditas pangan adalah buah dari berbagai program yang diluncurkan. Selain memperbanyak stok, memperlancar distribusi dan pengawasan ketat di langan, usaha lain adalah dengan memberikan alternatif lain untuk masyarakat bagi komoditas yang mahal. 

Misalnya daging sapi segar, yang kini memiliki komplementer daging beku. Menurutnya pada tahun lalu terjadi peningkatan signifikan untuk konsumsi daging beku di Kalbar.

Di melanjutkan, dibandingkan dengan tahun sebelumnya permintaan daging beku yang disediakan oleh Bulog meningkat drastis dan bahkan sudah di atas 400 persen dibanding tahun 2018. Dipaparkan dia, pada tahun lalu sudah terjual sebanyak 4.000an ton. 

“Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya ada peningkatan di atas 100 persen.  Peningkatan permintaan daging beku lantaran saat ini daging beku sudah dikenal dan diminati masyarakat. Apalagi untuk harga daging beku yang langsung diterima konsumen hanya Rp80.000 per kilogram. Bandingkan dengan daging segar lokal yang Rp126 ribu per Kg,” ujarnya kepada awak media, kemarin.

Selain itu secara kualitas dan rasa, daging beku, oleh sebagian kalangan mirip dengan daging segar. "Harga yang dijual sangat murah dan kualitas tentu sangat baik dan tidak jauh berbeda dengan daging segar. Masyarakat sudah mengenal," jelas dia.

Tingginya penjualan berbanding lurus dengan fasilitas pendinginan daging. Menurutnya saat ini wadah pending sudah semakin banyak. Menurutnya dengan adanya pendingin yang ada maka kualitas daging terjaga hingga ke tangan konsumen. "Saat ini cold storage mini sudah tersebar sehingga kualitas daging terjaga. Dengan adanya cold storage pasar kita semakin luas," paparnya. 

Dia menyebutkan saat ini permintaan daging beku di Kalbar bukan hanya dari kalangan rumah tangga saja namun juga sudah ada rumah makan dan bahkan hotel. "Hotel juga sudah mulai menggunakan daging beku untuk kebutuhannya," sambungnya.

Menurut Sabaruddin pihaknya akan terus meningkatkan penjualan daging beku di Kalbar. Pihaknya siap menyediakan dan memasok sebagaimana permintaan pasar di Kalbar. "Berapapun yang diminta oleh siapapun kita siap memasok daging beku di Kalbar. Bagi kami hadirnya daging beku untuk menstabilkan harga daging di pasar," pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar menyebut, daging beku yang ada mampu meredam gejolak harga pada komoditas daging sapi pada tahun ini. Sebelumnya mantan Kepala DKPKH Kalbar, Abdul Manaf  pada tahun-tahun sebelumnya, pada hari raya keagamaan, terutama hari raya Iduladha, kebutuhan daging sapi meningkat dibanding dengan hari biasanya. (ars)

Berita Terkait