Konser Intimate Tanda Kotak Masih Ada

Konser Intimate Tanda Kotak Masih Ada

  Kamis, 26 July 2018 10:33
BENAR-BENAR INTIM: Tantri dan Chua masing-masing mengajak keluarga. Sementara itu, Cella hadir sendiri karena anak dan istrinya sakit. IMAM HUSEIN/JAWA POS

Berita Terkait

JAKARTA – Kotak memasuki tahun ke-14 berkarya di industri musik tanah air. Grup band itu menghadirkan penampilan istimewa lewat konser intimate di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Selasa malam (24/7). Biasanya Tantri, Chua, dan Cella perform di panggung besar, bahkan sering outdoor. Kali ini mereka tampil di gedung teater dengan panggung yang sangat dekat dari tempat duduk penonton.

Konsep konser intimate Kotak Masih Ada itu memang terasa berbeda. Setelah dibuka Shae, Rahmania Astrini, dan Trisouls, lampu panggung diredupkan dan layar ditutup. Tiba-tiba muncul pemain pantomim dengan diiringi suara Tantri yang membacakan narasi. Dia membawa penonton masuk ke perjalanan bermusik Kotak. Mulai tujuan mengejar ketenaran hingga menjadikan musik sebagai jalan hidup.

Begitu layar terbuka, Kotak mengentak dengan lagu Pesta, Terbang (Khayal), Energi, dan Rock Never Dies. Setelah empat lagu yang membakar semangat Kerabat Kotak, sebutan penggemar Kotak, Tantri menyapa penonton.

’’Manggung sudah ribuan kali, tapi tadi di backstage deg-degan banget,” ucapnya. ”Ini konser yang sudah lama kami dambakan,” sahut Chua, sang basis. Kotak terlibat langsung dalam penyusunan konsep pertunjukan dan song list bersama label yang menaungi mereka, Warner Music Indonesia.

Suasana konser malam itu terasa hangat. Tantri, Chua, dan Cella kerap mengajak ngobrol penonton. ’’Bisa dibilang, kami terjebak dalam rutinitas,” kata Tantri. Manggung di event yang sangat besar di depan puluhan ribu penonton, tapi rata-rata pasif. ”Jujur, kami rindu sekali ditonton orang-orang terpilih. Terima kasih buat Kerabat Kotak Indonesia yang hadir,” lanjut vokalis bersuara khas itu.

Memang, cukup lama Kotak tidak menghasilkan karya baru. Sampai-sampai banyak yang bertanya apakah Kotak masih ada. Tantri juga mengungkapkan ”rahasia” besar bahwa band yang terbentuk pada 2004 tersebut nyaris bubar. ”Kami sempat ribut besar, masing-masing dipenuhi ego, sampai ditengahi orang label,” terangnya.

Mereka lantas menyempatkan duduk bareng, saling mendengar, dan kembali pada bermusik sebagai tujuan hidup. Kotak pun sepakat mempertahankan apa yang diperjuangkan sejak lama. 

Hingga kemudian, lahir single Masih Ada yang dirilis April lalu. Bagi Tantri yang menulis liriknya, lagu itu punya makna mendalam terkait perubahannya yang berhijab. Penonton kompak mengangkat kertas bertulisan #KotakMasihAda dan #KerabatKotakHargaMati saat lagu tersebut dibawakan. 

Sesi kedua, tata panggung diubah menjadi ruang tamu. Penonton serasa dibawa ke ”rumah” Kotak. Tantri dan Chua berganti kostum ala piama. Cella berkaus oblong. ”Kalau lagi latihan ngejam bareng di rumah, kami ya kayak begini,” ungkap Chua. Setelah itu, meluncur lagu Sendiri, Masih Cinta, dan Selalu Cinta, medley I Love You, Perfect Love, dan Kamu Adalah.

Kemudian, dari sisi panggung muncul dua anak balita. Yakni, Kara, putri Tantri, dan Raja, putra Chua. Arda, suami Tantri, dan Firman, suami Chua, turut menemani. Anak dan istri Cella tak bisa hadir karena sedang sakit. Kara sempat menyanyikan sepenggal lirik Pelan-Pelan Saja dengan suara imutnya.

Lagu Haters, Tendangan dari Langit, dan Beraksi juga dibawakan malam itu. Kerabat Kotak benar-benar dimanjakan penampilan yang tak terlupakan. Kotak masih ada. Akan selalu ada. (nor/c18/nda)

Berita Terkait