Komunitas Insan Bahagia Xing Fu; dari Pengalaman Pribadi, Jangan Lagi Ada Pasien tak Terobati

Komunitas Insan Bahagia Xing Fu; dari Pengalaman Pribadi, Jangan Lagi Ada Pasien tak Terobati

  Selasa, 14 May 2019 15:28

Berita Terkait

Graha Pena Pontianak Post di Jalan Gadjah Mada, Pontianak, kedatangan tamu istimewa, Selasa (14/5). Mengemban misi kemanusiaan, mereka datang untuk memberikan bantuan kepada siapa pun yang membutuhkan pertolongan, utamanya dalam biaya pengobatan untuk sakit yang diderita. 

Mereka menamakan diri Komunitas Insan Bahagia Xing Fu. Komunitas dari Kota Pontianak ini concern bergerak di bidang kemanusiaan. Hal ini tidak terlepas dari pengalaman pribadi Ketua Komunitas Insan Bahagia Xing Fu, Yap Cie Hun. 

Pengalaman masa lalu Yap membuat hatinya terketuk untuk membantu sesama yang mengalami kekurangan biaya untuk berobat. Yap bercerita pernah mengalami kehabisan uang untuk pengobatan anaknya di Jakarta. Tidak ada bantuan apa pun yang ia dapatkan hingga anaknya meninggal dunia. 

Setelah anaknya meninggal dunia, Yap kembali ke Kota Pontianak. Dia lantas membentuk sebuah komunitas kemanusiaan. Hanya saja, hal itu tidak bertahan lama. Yap memilih meninggalkan komunitas itu. Kemudian, Yap kini kembali membentuk Komunitas Insan Bahagia Xing Fu. 

Bersama kerabat dan kawan-kawannya, Yap fokus pada bidang kemanusiaan. Yap menegaskan, Komunitas Insan Bahagia Xing Fu siap membantu biaya pengobatan untuk masyarakat yang kurang mampu di Kota Pontianak dan sekitarnya. 

“Kami siap membantu masyarakat dari mana saja, dari Pontianak maupun luar daerah, yang berobat di Kota Pontianak,” kata Yap saat bertandang ke lantai 5, Graha Pena, Pontianak Post, kemarin (14/5). 

Yap datang bersama Sekretaris Komunitas Insan Bahagia Xing Fu, Lu Tju, Wakil Sekretaris Wiseno Sudarmo, Divisi Sosial Lim Ha Kuang. Rombongan yang diterima oleh Direktur Pontianak Post B Salman dan Wakil Direktur Pontianak Post Dewijanti Setiadi, tampak serius berbicara soal masalah kemanusiaan. 

Lebih lanjut Yap menuturkan, hingga kini sudah lebih 200 warga yang telah dibantu komunitas yang beranggotakan 590 orang dari lintas daerah dan mancanegara. Menurut Yap, di usia yang ketiga pada tahun ini, Komunitas Insan Bahagia Xing Fu menargetkan dalam satu pekan minimal ada empat masyarakat yang dibantu untuk biaya pengobatannya.

Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan keadaan pasien. Bahkan, Komunitas Insan Bahagia Xing Fu menanggung seluruh biaya pasien yang harus dioperasi. Yap mengatakan pada 2018 lalu misalnya, Komunitas Insan Bahagia Xing Fu sempat membantu delapan pasien cimino (arteriovenous shunt atau arteriovenous fistula). Komunitas Insan Bahagia Xing Fu juga bekerja sama dengan dokter Feri Sunaryo, yang juga anggota mereka. 

Komunitas bisa mengarahkan masyarakat kepada dr Feri untuk berobat, tanpa harus membayar biaya konsultasi maupun obat-obatan. Semua biaya sudah ditanggung komunitas. Sejauh ini, Komunitas Insan Bahagia Xing Fu bekerja sama secara tak langsung dengan empat rumah sakit, yakni RSUD Kota Sultan Syarief Mohamad Alkadrie Pontianak, RS Yarsi Pontianak, RS Dr. Soedarso Pontianak, dan RS Kharitas Bhakti Pontianak. 

Yap menuturkan biasanya rumah sakit akan memberikan kabar kepada komunitas ini tentang keadaan pasien. Setelah itu, ia dan jajaran akan melakukan kunjungan dan memberikan bantuan. Menurut dia, ke depan tidak hanya akan fokus masalah kesehatan, tetapi di banyak sendi kehidupan masyarakat yang masih memerlukan pertolongan. 

“Semoga nanti semakin banyak mendukung, kami akan bantu yang lain lagi dan memperluas jangkauan. Sementara ini kami fokus masalah kesehatan dari keluarga tidak mampu,” ujarnya. (ghe)
 

Berita Terkait