Komunitas Adat Kambong Miliki Sekolah Adat

Komunitas Adat Kambong Miliki Sekolah Adat

  Jumat, 14 June 2019 10:15
RESMIKAN : Calon anggota DPRD Provinsi Kalbar terpilih, Yohanes Rumpak turut meresmikan Sekolah Adat Kambong di Dusun Kambong, Desa Sekujam Timbai, Kecamatan Sepauk. Sekolah Adat ini merupakan sekolah pertama di Sintang. ISTIMEWA

Berita Terkait

SINTANG - Gawai Dayak Nyelepat Taun digelar di Dusun Kambong, Desa Sekujam Timbai, Kecamatan Sepauk. Ada yang istimewa di gelaran adat tersebut yakni peresmian sebuah bangunan ‘Sekolah Adat Kambong’.

Dalam peresmian itu hadir Yohanes Rumpak, Calon anggota DPRD Provinsi Kalbar terpilih. Meski belum resmi ditetapkan KPU, Yohanes Rumpak tetap bertemu dan bertatap muka langsung dengan konstituen-nya. Tujuannya untuk menyerap berbagai persoalan dan harapan masyarakat setempat. Terutama soal infrastruktur dasar seperti, jalan, jembatan, kesehatan, dan pendidikan. Termasuk berkaitan dengan pendidikan yang bermuatan lokal. 

Bang RJ sapaan akrab Yohanes Rumpak, menilai suatu perubahan terjadi apabila masayarakat sadar apa artinya perubahan. “Kampung kita ini sudah berubah, dulu kita punya rimba sekarang hanya padang ilalang. Perubahan ini terjadi harus kita sadari bersama. Bahwasannya kita sendirilah faktor utama penyebab perubahan tersebut,” ucap Bang RJ, beberapa hari lalu. 

Sebab itu, Bang RJ berpendapat sekolah adat yang didirikan menjadi sarana dan prasarana penting bagi generasi penerus. Apalagi sekolah adat ini diinisiasi untuk menjadi wahana pelestarian dan transfer knowledge terkait adat istiadat dalam komunitas masyarakat adat Kambong.

“Sekolah adat ini sangat penting, karena dinilai dapat menegakkan kembali kearifan lokal yang kita miliki. Selain itu, sekolah adat ini merupakan sekolah pertama di Sintang, daerah lainnya belum ada,” ungkapnya.

Di tempat sama, Ketua Pelaksana Sekolah Adat Kambong, Hipolotus Januar Pogo mengatakan pihaknya dan sejumlah tokoh adat di Dusun Kambong sudah sepakat untuk menjalankan 4 mata pelajaran pada kurikulum awal dimulainya pendidikan.

Empat mata pelajaran yang dimaksud Hipolotus Januar Pogo adalah pengetahuan tentang tradisi lisan, pengobatan tradisional, seni anyam dan seni musik. “Ini sudah kita sepakati bersama dengan para tetua adat di Dusun Kambong dalam menyediakan  materi bahan ajar,” jelasnya.

Kemudian, tambah dia, keempat mata pelajaran yang disiapkan tersebut, bakal disusunnya dengan sedemikian rupa sehingga para anak didik dapat memahami dan mempraktikkannya.

Meskipun anak didik di Sekolah Adat Kambong ini rerata masih berusia di bawah 17 tahun. Hipolotus Januar Pogo optimis keempat mata pelajaran yang disiapkan dapat diserap ilmu pengetahuannya dengan cepat. “Rata-rata belum ada 17tahun,” ucapnya lagi. (fds)

Berita Terkait