Kompleks Elit di Paris 2 Nyaris Terbakar

Kompleks Elit di Paris 2 Nyaris Terbakar

  Selasa, 24 July 2018 10:00
KEBAKARAN LAHAN: Sebidang lahan di Jalan Parit Haji Husein II, tepatnya di belakang kompleks perumahan Pesona Mutiara Dewata, Kecamatan Pontianak Tenggara terbakar, kemarin. Ada dugaan kebakaran itu sengaja dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Diduga Sengaja untuk Pengembangan Perumahan 

PONTIANAK - Sebidang lahan di Jalan Parit Haji Husen (Paris) II, tepatnya di belakang kompleks perumahan Pesona Mutiara Dewata, Kecamatan Pontianak Tenggara terbakar, Senin (23/7) siang. Kebakaran itu diduga disengaja dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab untuk pengembangan perumahan. 

Siang itu, warga kompleks Pesona Mutiara Dewata mendadak panik. Mereka khawatir kebakaran yang terjadi di belakang kompleks perumahan mereka merembet dan membakar rumah. Satu di antaranya adalah Yan Andria, warga kompleks Pesona Mutiara Dewata. 

Pria yang akrab disapa Yansu ini menduga kebakaran lahan yang terjadi di belakang kompleks tersebut sengaja dilakukan untuk membuka lahan. 

"Di belakang itu memang ada pembukaan jalan baru. Sudah beberapa minggu ini.  Kemarin dilakukan pembersihan dengan membakar. Tapi oleh pekerjanya dijaga dan dipadamkan. Hari ini dilakukan pembakaran lagi, dan ternyata api membesar hampir membakar kompleks kami," katanya, kemarin.

Menurutnya, warga sekitar sudah memperingatkan agar tidak dilakukan pembakaran. Namun, peringatan itu tidak diindahkan dan pembakaran tetap saja berlanjut. "Untungnya petugas pemadam kebakaran bersama polisi langsung respon dan berhasil memadamkan api. Saya mewakili warga memberikan apresiasi," katanya. 

Terpisah, Kabag Ops Polresta Pontianak Kompol Albert Manurung mengatakan, setelah mendapatkan informasi dari warga, pihaknya bersama petugas pemadam kebakaran langsung menuju ke lokasi. 

Setelah melihat kondisi lokasi kebakaran, ia juga menduga ada unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut. "Jika lihat kondisinya, ini diduga disengaja. Karena ini sudah dibersihkan, ditebas. Setelah api membesar, orang yang diduga membakar ini kabur," beber Albert. 

Kebakaran lahan dan hutan di Kota Pontianak dinilai sudah sangat memprihatinkan. Bahkan dalam sepekan terakhir, sudah lebih dari dari lima hektare lahan yang terbakar dengan melibatkan beberapa tersangka. 

"Sepekan terakhir ada beberapa TKP (Tempat Kejadian Perkara). Hari ini ada di sini kira-kira satu hektare. Di Pontianak Utara satu hektare dan di Purnama ada empat atau lima hektare," terangnya.

Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengajak masyarakat untuk menghindari pembakaran dalam membuka maupun mengolah lahan pertanian.

Kewajiban, larangan dan sanksi bagi pembakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah disosialisasikan sejak jauh hari kepada masyarakat. Masalah ini pun telah disampaikan dalam Maklumat Kapolda Kalbar bernomor Mak/02/II/2018, yang ditandatangani Kapolda Kalbar pada 21 Februari 2018. Maklumat itu menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia berkewajiban menjaga flora dan fauna serta memelihara lingkungan. 

Saat ini, kata Didi, Kalbar sudah memasuki musim kemarau sehingga rawan kebakaran atau pembakaran. Karena itu, ia kembali mengimbau partisipasi masyarakat. "Diberitahukan kepada seluruh warga masyarakat Kalbar untuk tidak melakukan pembakaran hutan, lahan, dan kebun," katanya.

Dampak kebakaran hutan (asap) bisa mengakibatkan kerusakan saraf otak, menghambat kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak, mengganggu aktivitas belajar di sekolah, menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut, menghambat transportasi penerbangan dan lalu lintas darat maupun laut, serta menghambat pertumbuhan ekonomi.

"Bila masih ada yang nekat membakar hutan, maka orang tersebut terancam penjara 10 tahun dan denda ‪10 miliar rupiah," tegasnya‬.

Hot Spot Sempat Hilang

Sementara itu, sejumlah daerah di Kalbar sempat didera hujan dengan intensitas rendah, Minggu (22/7). Dampaknya titik panas (hotspot) yang sebelumnya muncul pada sejumlah kabupaten/kota di Kalbar langsung hilang. Sejak pagi, hari kemarin Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Supadio Pontianak belum memantau titik panas.

“Berdasarkan Pengolahan Data LAPAN dari tanggal 22 Juli pukul 07.00 sampai tanggal 23 Juli pukul 07.00 Wib, jumlah hot spot zero alias kosong,” kata Sutikno, Forecaster BMKG Supadio Pontianak.

Padahal dua hari sebelumnya, jumlah hot spot sempat mencapai 210 titk panas dan tersebar pada wilayah timur Kalbar. Hanya memang kondisi cuaca satu hari terakhir berdasarkan data satelit secara umum berawan.  Terjadi hujan ringan di sebagian wilayah seperti Kabupaten Kubu Raya, Landak, Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang, Kapuas Hulu, dan Kabupaten Ketapang. 

Menurutnya, pantauan delapan stasiun pengamatan cuaca memperlihatkan arah angin yang dominan bergerak dari arah timur ke barat. Kecepatan maksimal sebesar 52.0 km per jam terjadi di Kabupaten Ketapang. Sementara suhu udara maksimum mencapai 34.2 celcius terjadi di Kabupaten Ketapang. ”Cukup panas di kabupaten penghasil ale-ale,” ujarnya.

Meski demikian, suhu udara rata-rata di Kalbar berkisar antara 26,3- 30 celcius. Suhu udara minimum 23 celcius terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu. Sedangkan kelembaban udara maksimum terpantau di Kabupaten Sambas yakni 100 persen. Sedangkan kelembaban udara minimum di Kabupaten Ketapang yaitu 53 persen. 

Lebih lanjut dikatakan bahwa jarak pandang mendatar umumnya lebih dari 1.000 meter. Namun di Kabupaten Sambas, jarak pandang mendatar lebih pendek sekitar 500 meter. Penyebabnya karena kabut muncul.

Di Kalbar, secara umum cuaca berawan. Hari tanpa hujan di wilayah Kalbar masuk dalam kriteria sangat pendek yakni 0 - 5 hari saja. Tetapi di sebagian wilayah Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Ketapang, hari tanpa hujan termasuk dalam kategori menengah yaitu antara 10 sampai 20 hari.

“Hanya jangan khawatir. Tiga hari ke depan tanggal 23 sampai  25 Juli 2018, umumnya wilayah Kalimantan Barat berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan skala lokal pada 23 - 24 Juli 2018. Pada tanggal 25 Juli terdapat potensi hujan lebat yang dapat disertai guntur di wilayah seperti di Kabupaten Sanggau, Sintang, Kayong Utara, dan Kabupaten Kapuas Hulu,” jelasnya.(arf/den)

Berita Terkait