Komitmen TNI Tangani Karhutla

Komitmen TNI Tangani Karhutla

  Senin, 30 July 2018 11:00
MONITORING: Dandim 1201 MPh saat melakukan monitoring titik api di Desa Nusapati | WAHYU JARTHAKUSUMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Seluruh unsur Musida Pemerintah Kabupaten Mempawah bersinergi dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lingkungan masyarakat. Seperti yang dilakukan Dandim 1201 MPh, Letkol Arm Anom Wirasunu, turun langsung ke titik api untuk melaksanakan pengawasan.

Pada tengah pekan lalu, Dandim, Anom Wirasunu beserta jajarannya menyambangi puluhan pesonil gabungan Koramil, Yonif 643, Polsek Sungai Pinyuh yang sedang berjibaku memadamkan amukan si jago merah yang melalap lahan seluas 5 hektare milik masyarakat di Rt 01/Rw 09, Dusun Lima, Desa Nusapati dan Rt 07/Rw 04, Desa Galang.

Beruntung, titik api di dua lokasi ini berhasil dijinakan petugas gabungan TNI/Polri diwilayah itu. Meski demikian, aparat setempat mengaku akan terus meningkatkan kontrol dan pengawasan terhadap lingkungan masyarakat dari ancaman kebakaran.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama dan kekompakan tim gabungan dari TNI/Polri api berhasi kita padamkan. Lahan yang terbakar berstatus milik masyarakat dengan luas sekitar 5 hektare. Lahan ini merupakan perkebunan buah nanas,” ungkap Danramil Sungai Pinyuh, Kapten Irman, kemarin.

Irman menyebut pihaknya akan melaksanakan perintah yang disampaikan Dandim 1201 MPh saat mengunjungi titik api yakni meningkatkan intensitas patroli wilayah. Tujuannya untuk mengantisipasi munculnya titik api di masyarakat. “Komandan (Dandim) berpesan agar kami lebih aktif lagi melakukan patroli. Karena, pada musim kemarau seperti ini potensi karhutla sangat besar. Terutama pada lahan-lahan gambut,” tuturnya.

Tak hanya itu, masih menurut Danramil, Dandim juga berpesan agar seluruh jajaran Koramil Sungai Pinyuh lebih gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan di masyarakat terkait karhutla. Mulai dari bahaya, dampak negatif karhutla hingga sanksi hukum terhadap pelaku pembakaran itu sendiri.

“Kami akan maksimalkan setiap kesempatan untuk meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan bahaya karhutla di masyarakat. Kami upayakan agar wilayah teritorial Koramil Sungai Pinyuh zero hotspot,” tegasnya.

Yang tak kalah pentingnya, lanjut Danramil, pihaknya akan berupaya memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk meninggalkan tradisi dan pola lama dalam kegiatan pembukaan lahan. Yakni cara tradisional membakar hutan untuk lahan perkebunan maupun pertanian.

“Jika memang ingin membuka lahan, kita akan arahkan masyarakat menggunakan peralatan manual. Atau kita bisa bantu masyarakat menyediakan peralatan berat untuk membuka lahan. Masih banyak cara lain untuk membuka lahan, tidak harus dibakar,” tandas Irman. (wah)

Berita Terkait