Koin Cinta Untuk SDN 45 Tatai

Koin Cinta Untuk SDN 45 Tatai

  Selasa, 12 February 2019 10:10
DONASI: Bupati Sintang Jarot Winanro ikut berdonasi dalam aksi bertajuk 'Koin Cinta Untuk Pendidikan Ujung Negeri’, yang digelar di Taman Bungur, Minggu (10/1) HUMAS PEMKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Sejumlah komunitas di Sintang menggelar aksi pengumpulan donasi untuk SDN 45 Dusun Tatai, Ketungau Tengah, digelar di Taman Bungur, Sintang, Minggu (10/1). Bertajuk ‘Koin Cinta Untuk Pendidikan Ujung Negeri’, aksi ini digekar sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Sintang secara khusus di daerah pedalaman, Acara ini pun dihadiri langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Ketua komunitas Mari Melihat Syahrul Tri Ubargi menceritakan, kondisi SDN 45 Tatai saat ini cukup memprihatinkan lantaran bangunannya yang beratapkan daun, berlantai tanah, dan berdinding papan. Kondisi bangku sekolah, kursi, meja, pun juga sangat memprihatikan. Termasuk fasilitas mengajar yang lainnya serta WC yang dapat dikatakan kurang layak.

“Kiondisi ini menimbulkan niat dari komunitas Mari Melihat untuk akan menggelar bakti sosial ke SDN 45 Tatai. Aksi tersebut rencananya akan di laksanakan 21-24 Februai 2018 mendatang,” jelasnya.

Mengingat masih ada jeda waktu menuju tanggal aksi, pihaknya terus berupaya mengumpulkan donasi sebanyak-banyak agar bantuan yang diberikan lebih maksimal. Di samping itu, pihaknya masih membuka bagi siapa saja yang berminat ikut berpasrtisipasi untuk menjadi relawan dengan cara mendaftarkan diri langsung ke komunitas Mari Melihat.

“Terima kasih banyak kami ucapkan kepada rekan-rekan semua komunitas yang telah ikut serta bahu membahu untuk menyelenggarakan acara ini yakni pengumpulan dana untuk adik-adik yang ada di SDN 45 tatai, yang mana nanti dana yang terkumpul semuanya akan kita gunakan untuk merehap ulang banguan sekolah itu,” pungkasnya.

Sementara itu dalam kegiatan tersebut, Bupati Sintang, Jarot Winarno, sempat menyinggung kondisi SDN 45 Tatai. Dia mengatakan pada tahun 2018 yang lalu saat SD tersebut yang memang kondisinya sangat memprihatinkan. Dia pun tahu betul bagaimana meprihatinkannya bangunan sekolah negeri tersebut. Karena itu, Jarot mengapresiasi kepedualian yang ditunjukkan oleh sejumlah kominitas yang ada di kabupaten ini.

“Adanya kepedulian sejumlah komunitas anak muda di Sintang terhadap SDN 45 Tatai itu sangat membantu pemerintah daerah karena memang saat ini untuk membangun fasilitas gedung sekolah pemerintah daerah masih terkedala minimnya anggaran,” jelasnya.

Jarot mengungkapkan rasa bangganya terutama kepada kaum muda Sintang yang memiliki kepedualian kepada sesama. Dia menilai, jiwa muda adalah jiwa merdeka, yang berarti tidak ada keterikatan politis, birokoratis, maupun ekonomis, yang dapat mempengaruhi mereka.

“Dengan siapapun mereka independent. Anak muda sintang sudah menunjukan mereka ni punya modal membangun yang namanya social trust, saling percaya, saling mendukung, saling membantu, dani ni modal utama ni anak-anak muda sintang,” jelas Jarot.

Dengan kepedulian anak-anak muda ini, tambahnya, menjadi pertanda bahwa anak muda di Sintang ini semakin respek dan peduli, yang ditunjukkan dengan melakukan aksi turun ke lapangan untuk melihat kondisi sosial masyarakat, terutama di pedalaman. Terlebih, kata dia, Sintang ini bukan hanya Kota Sintang saja tapi masih banyak masalah di pedalaman yang memang harus mendapat kepedulian dan perlu dibantu secara bersama-sama.

“Saya Apresiasi komunitas Mari Melihat dan komunitas lainnya yang sudah menggagas kegiatan ini, pasti bermanfaat buat masyarakat dan bermanfaat buat anak-anak muda,” pungkasnya. (sti)

Berita Terkait