Kodim 1201/MPh Pinjamkan Traktor

Kodim 1201/MPh Pinjamkan Traktor

  Jumat, 20 April 2018 11:00
CEGAH KEBAKARAN: TNI bersama BPBD dan instansi lain saat berjibaku memadamkan titik api di Kabupaten Mempawah, beberapa waktu silam.

Berita Terkait

MEMPAWAH- Upaya penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius seluruh steakholder di Kabupaten Mempawah. Salah satunya, Kodim 1201/MPh dengan menyediakan alat berat traktor dan sejenisnya untuk membantu petani membuka lahan pertanian.

“Maraknya karhutla disebabkan budaya membuka lahan dengan cara praktis dan ekonomi. Cukup bermodalkan korek api, masyarakat dapat membuka lahan seluas yang diinginkan,” tutur Komandan Kodim (Dandim) 1201/MPh, Letkol. Arm. Anom Wirasunu saat melaksanakan kunjungan kerja di Makoramil Sungai Pinyuh, kemarin.

Menurut Dandim, membuka lahan dengan cara dibakar merupakan cara tradisional yang dilakukan turun temurun di kalangan masyarakat Kabupaten Mempawah. Namun, tindakan tersebut sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan menimbulkan dampak kerusakan yang lebih besar. “Kami tahu kebiasaan ini sulit dirubah, tapi bukan brarti tidak bisa dirubah. Tinggal bagaimana pola fikir masyarakat itu sendiri,” pendapatnya.

Bahkan, lanjut Dandim, cara-cara kuno membuka lahan dengan membakar melanggar aturan perundang-undangan. Para pelaku kasus karhutla diancam dengan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar. “Silahkan pilih, mau bayar Rp 10 miliar atau menggunakan cara lain yang lebih aman untuk membuka lahan. Karena, banyak sekali cara-cara yang lebih efektif membuka lahan tanpa harus dibakar,” tegas Dandim.

Misalnya, Dandim mencontohkan, penggunaan alat berat jauh lebih efektif dan aman untuk membuka lahan pertanian. Walau membutuhkan cost pengeluaran yang lebih besar, namun cara tersebut legal. “Bahkan, kami mendukung masyarakat yang akan membuka lahan dengan alat berat. Kami memiliki traktor dan sejumlah alat berat. Silahkan pakai alat yang kami miliki. Gratis tanpa ada biaya administrasi apapun,” sebut Dandim.

Dandim pun mengaku telah mensosialisasikan kepada masyarakat terkait penggunaan alat berat milik TNI tersebut. Dalam setiap kesempatan, dia selalu menghimbau agar masyarakat tidak sungkan untuk mengajukan peminjaman alat berat untuk membuka lahan.

“Kalau pinjamnya perorangan memang berat, tapi jika berkelompok pasti lebih ringan. Buat kelompok tani, lalu kirimkan surat kepada Bhabinsa, Danramil dan tujukan ke saya. Langsung saya kirim hari itu juga,” janjinya.

Saat ini, Dandim memastikan wilayah Kabupaten Mempawah aman dari titik api. Namun, pihaknya beserta instansi terkait tidak boleh lengah. Sebab, karhutla dapat terjadi kapan dan dimana saja. Maka, upaya antisipasi dan penanggulangan selalu dilakukan pihaknya secara berkelanjutan.

“Setiap saat anggota kami melakukan patroli wilayah. Sehingga, jika ada titik api langsung segera ditangani tanpa menunggu meluas dan menyebar. Karhutla ini sudah menjadi musuh bersama dan ancaman nasional,” pungkasnya mengingatkan. (wah)

Berita Terkait