Klarifikasi Hukum Adat, Pertanyaan Buronan Kasus KDRT

Klarifikasi Hukum Adat, Pertanyaan Buronan Kasus KDRT

  Jumat, 1 April 2016 09:44
UNJUK RASA: warga berunjuk rasa di kantor Kejari Pontianak, Kamis (31/3). Massa meminta DPO Lili Susianti ditangkap. AGUS PUJIANTO/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MENGGUNAKAN kendaraan umum, belasan warga membawa atribut aksi dengan berbagai macam tulisan, foto, juga salinan putusan terdakwa Lili Susianti. Aparat kepolisian berjaga-jaga. Dari belasan pengunjuk rasa, lima diantaranya masuk di ruang Kejari Pontianak untuk melakukan pertemuan.

Ketua Dewan Adat Dayak Pontianak Utara Valentinus Darus menjelaskan, dalam pertemuannya dengan perwakilan dari Kejari, pihaknya hanya mengklarifikasi hukum adat dan hukum positif yang sudah dijalankan selama ini. Dia menilai, pengurus DAD merasa dilecehkan saat ada hukum penindasan terhadap masyarakat adat.

“Kedatangan ini masing-masing meluruskan hukum adat dan hukum positif. Namun yang paling penting adalah, menjaga keamanan lingkungan Kalbar,” kata Valentinus.

Selain itu, dia juga berharap penegak hukum menghargai pengurus adat. Sebab, dia menilai, hukum adat ada sebelum negara dibentuk. “Kami juga minta penegak hukum peduli untuk meningkatkan keamanan, demi daerah yang maju,” terangnya.

Disampaikan pula, Valentinus menginginkan, aturan hukum adat dan positif yang saat ini sudah berjalan bisa saling mengisi. Dalam kesempatan itu, dia juga mempertanyakan terdakwa kasus KDRT atas nama Lili Susianti.

“Lili Susianti sementra ini belum tertangkap. Mudah-mudahan dari kejaksaan mampu menangkap. Selama ini, ini yang menjadi pertanyaan kami,” ungkapnya.

Kasintel Kejari Pontianak Agussalim Nasution menegaskan, pihaknya sudah melakukan upaya pencarian terhadap DPO Lili dengan meminta bantuan aparat kepolisian. Dia juga meminta, apabila ada dari DAD juga masyarakat yang melihat dan mengetahui keberadaan DPO, diharap untuk dapat segera melaporkan.

“Kalau ada yang mengetahui, kami minta segera dilaporkan, agar bisa dieksekusi, karena putusan sudah inkrah. Sampai sekarang belum diketahui keberadaan Lili,” terangnya.
Berdasarkan Surat petikan putusan Nomor: 731/Pid.sus/2014/PN.PTK. menyatakan telah mengadilidi perkara pidana dengan acara biasa pada peradilan tingkat pertama telah menjatuhkan putusan perkara terdakwa Lili Susianti.

Dalam putusan tersebut, dinyatakan bahwa Lili terbukti secara sah dan menyakinkan bermasalah melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga. Putusan itu juga menjatuhkan pidana penjara selama empat bulan dan menetapkan barang bukti satu buah ikat pinggang warna hitam. (gus)

Berita Terkait