Kirin Nangka jadi Sasaran Transmigran

Kirin Nangka jadi Sasaran Transmigran

  Senin, 5 September 2016 10:13
SASARAN TRANS: Salah satu sisi dari Desa Kirin Nangka, Kecamatan Embaloh Hilir, saat menyambut kedatangan Gubernur ke desa mereka. Demi membuka sejumlah lahan di desa ini, kelak akan didatangkan transmigrasi.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Tahun ini pembukaan kawasan pemukiman baru untuk lokasi transmigrasi di Desa Kirin Nangka, Kecamatan Embaloh Hilir, kembali dibuka. Menurut kepala Seksi (Kasi) Penataan Kawasan Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Kapuas Hulu, Windarta, transmigrasi ini menggabungkan antaran penduduk lokal dan warga dari Pulau Jawa.

 
“Sistemnya sebagian warga dari daerah Pulau Jawa dan sebagian masyarakat setempat akan masuk program transmigrasi itu,” ujar Windarta, Sabtu (2/8) di Putussibau. Dijelaskan dia bahwa tujuan resmi program ini adalah untuk mengurangi kemiskinan dan kepadatan penduduk, terutama di Pulau Jawa. Di samping itu, dia menambahkan, dengan program ini juga memberikan kesempatan bagi mereka yang mau bekerja dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja berupa buruh kasar.

“Yang mengikuti program transmigrasi ini sudah diseleksi betul-betul oleh daerah pengirim. Selaku daerah penerima, (kami) melakukan pendampingan di daerah yang mereka tempati,” terangnya. Dikatakan dia, jaminan hidup bagi keluarga peserta transmigrasi sudah ditanggung pemerintah selama satu tahun. Bahkan, dia menambahkan, di daerah penempatan juga disediakan lahan pekarangan seluas 2 hektare, termasuk lokasi rumah.

Lahan kosong tersebut, diharapkan dia, kelak diolah untuk menunjang perekonomian keluarga transmigrasi ke depannya. “Kalau yang di Kapuas Hulu ini mereka dari daerah asal Jawa Barat dan Jawa Tengah. Untuk program transmigrasi ini memang ada MoU antara daerah penerima dan pengirim, kita juga selektif. Mereka yang ditempatkan yaitu mereka yang sudah siap bekerja dan sudah melalui seleksi ketat,” terangnya.

Tahun depan, kata Windarta, pemerintah juga sudah memprogramkan transmigrasi untuk daerah perbatasan. Namun, dia mengungkapkan jika hal itu masih dalam proses pembahasan di tingkat pusat. Di Kapuas Hulu, kata dia, rencananya akan menyasar di salah satu kecamatan perbatasan, yaitu Puring Kencana.

“Kami survei dulu lokasinya dan melakukan sosialisasi pada masyarakat, mereka bisa menerima atau tidak?” paparnya.

Windarta meminta agar keluarga peserta program tramsmigrasi hendaknya mematuhi ketentuan yang telah dibuat pemerintah. Sehingga, harapan dia, bagaimana pengembangan kehidupan di lokasi penempatan baru berjalan lancar dan berhasil sesuai keinginan bersama. “Jangan jatah hidup (jadup) habis dari pemerintah, mereka pulang dan menjual aset yang telah diberikan pemerintah, itu tidak benar,” ungkapnya.(aan)

 

Berita Terkait