Kirim Aset Eks Gafatar

Kirim Aset Eks Gafatar

  Sabtu, 23 January 2016 10:49
ASET: Wabup Gusti Ramlana mengecek aset milik pengungsi Gafatar sebelum dibawa ke Pontianak. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH– Ratusan aset milik pengungsi kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) telah dikirim Pemerintah Kabupaten Mempawah ke lokasi penampungan Bekangdam, Jumat (22/1) pagi. Sebelum dikirim, Wakil Bupati dan pejabat daerah lainnya melakukan pengecekan dan peninjauan.

Seluruh aset milik pengungsi warga Gafatar yang berhasil dikumpulkan Pemerintah Kabupaten Mempawah disimpan di Gedung Bulutangkis Akcaya Kompleks Kantor Bupati Mempawah. Aset tersebut berasal dari camp di Dusun Moton Asam dan Desa Pasir serta rumah-rumah kontrakan yang pernah dihuni warga Gafatar di wilayah Kabupaten Mempawah.Proses pengumpulan dan inventarisir itu sendiri telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Mempawah pasca insiden amuk massa, Selasa (19/1) sore. Dibantu kepolisian, TNI, Sat Pol PP, Camat hingga perangkat desa, seluruh aset berhasil diamankan dan dikumpulkan sebelum diserahkan pada pemiliknya.

“Ada permohonan dari warga  eks Gafatar kepada pemerintah daerah untuk mengamankan aset-aset yang tertinggal di Mempawah. Terutama menyangkut dokumen-dokumen penting seperti surat nikah dan surat berharga lainnya,” terang Gusti Ramlana.Menindaklanjuti permintaan itu, jelas Ramlana maka pemerintah daerah bekerjasama dengan camat, lurah, kepala desa, bersama kepolisian sektor dan komando rayon militer melakukan sweeping ke rumah-rumah kontrakan dan permukiman milik warga Gafatar yang telah ditinggalkan penghuninya.

“Semaksimal mungkin aset yang tersisa kita kumpulkan, amankan serta diinventarisasi. Setelah semuanya terkumpul, maka hari ini (kemarin) aset yang ada langsung dikirim ke tempat penampungan Bekangdam untuk dikembalikan kepada pemiliknya,” tuturnya.Ramlana menyebut, dari sweeping yang dilakukan pihaknya berhasil mendapatkan ratusan jenis aset milik warga Gafatar yang masih tertinggal. Jenisnya bermacam-macam mulai dari perabotan rumah tangga hingga kendaraan milik warga Gafatar yang sempat beberapa bulan bermukim di Kabupaten Mempawah.

“Inilah upaya terbaik yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan aset milik warga eks Gafatar di wilayah Kabupaten Mempawah. Mudah-mudahan proses pengembalian aset berjalan lancar sebagaimana diharapkan,” tukasnya.Selain Wabup Gusti Ramlana, sejumlah  pejabat daerah juga ikut serta dalam peninjauan tersebut. Mulai Sekretaris Daerah (Sekda), Mochrizal, perwakilan MUI Kabupaten Mempawah, K.H. Abdurrahman Musa, Kepala Kantor Kementerian Agama, H Kasiman dan pejabat daerah lainnya.

Sementara itu, proses evakuasi aset milik warga Gafatar masih dilakukan hingga Jumat (22/1) sore di BTN Korpri Mempawah. Di tempat itu, ditemukan dua buah rumah kontrakan milik warga Gafatar. Puluhan kotak barang berhasil dievakuasi petugas dengan menggunakan mobil Sat Pol PP Mempawah.

“Ada dua KK yang bermukim di BTN Korpri ini. Mereka menyewa dua buah rumah. Sehari-harinya mereka berjualan gorengan di Taman Mempawah. Kurang lebih satu bulan lamanya mereka berada dilingkungan masyarakat disini,” terang Ketua Rt 16 Rw 06, Busrah.Busrah menerangkan, warga Gafatar yang bermukim diwilayahnya itu sejak pertama kali masuk sudah melapor. Namun, ketika itu mereka tidak mengaku kalau pernah bergabung dengan organisasi Gafatar. Hingga dirinya pun tidak menaruh rasa curiga terhadap keberadaan warga baru itu.

“Namun pada Minggu (17/1), mereka datang kerumah dan melapor jika akan meninggalkan rumah. Pada waktu itulah mereka mengaku kalau eks Gafatar. Tetapi mereka juga tidak berpesan untuk menjagakan barang-barang yang ada didalam rumah. Baru kemarin diketahui ada aset yang masih tersimpan didalam rumah kontrakan itu,” beber Busrah.(wah)

Berita Terkait