Keunikan Riam Piyang; Obyek Wisata yang Sukses Sedot Perhatian Pengunjung

Keunikan Riam Piyang; Obyek Wisata yang Sukses Sedot Perhatian Pengunjung

  Sabtu, 23 June 2018 09:37
OBJEKWISATA: Wisatawan yang memadati objek wisata Sarai Brunyau desa Riam Piyang kecamatan Bunut Hulu, saat libur lebaran. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Dua objek wisata unggulan yang mampu menyedot ratusan bahkan ribuan pengunjung dalam moment – moment tertentu di kecamatan Bunut Hulu, Kapuas Hulu adalah wisata alam Sarai Brunyau dan air terjun Muncin. Desa Riam Piyang, dianggap sukses menggarap kedua lokasi tersebut.

Musta’an, Bunut Hulu

DESA Riam Piyang kecamatan Bunut Hulu memang pantas mendapat julukan sebagai desa wisata. Desa tersebut memiliki dua objek wisata unggulan yang mampu menyedot ratusan bahkan ribuan pengunjung dalam moment – moment tertentu.

Kedua objek wisata itu adalah wisata alam Sarai Brunyau dan wisata air terjun Muncin. Pihak desa juga telah memberikan perhatian serius untuk pengelolaan objek siata tersebut, dalam bentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Tenaga ahli pelayanan sosial dasar P3MD, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal di Kapuas Hulu Stephanus Mulyadi, M.Sc mengungkapkan, keseriusan pengelolaan objek wisata itu mulai berbuah manis bagi desa Riam Piyang. Terbukti desa bisa mendapat pemasukan hingga puluhan juta rupiah hanya dalam beberapa hari.

“Hanya dalam tiga hari desa Riam Piyang berhasil meraup pemasukan sebesar Rp70 juta lebih, itu diperoleh dalam moment liburan lebaran 2018 kemarin,” ungkap Stephanus, Jumat (22/6).

Pemasukan kata Stephanus itu diperoleh dari tiket masuk dua obyek wisata yang dimiliki desa Riam Piyang, yaitu Sarai Brunyau sebesar Rp63 juta dan Wisata Air Muncin sebesar Rp7 juta lebih.

“Padahal kedua obyek wisata ini baru saja dibuka untuk unum, dengan sistem tiket masuk bulan Mei 2018 bertepatan dengan lomba desa yg lalu. Tiket masuk dibandrol Rp20.000. Selama tiga hari event lebaran tersebut tercatat hampir 4.000 pengunjung memadati kedua obyek wisata tersebut,” tuturnya.

Dikatakan Stephanus, keuntungan juga diraup para penjual makanan dan minuman di lokasi obyek wisata. Rata – rata penjual makanan berhasil meraup keuntungan lebih dari Rp5.000.000. belum lagi pemasukan lain yang diperoleh melalui karcis parkir dan jasa lainnya.

“Desa Riam Piyang yang meraih juara I lomba desa tingkat kabupaten Kapuas Hulu tahun 2018 memang telah memaklumkan diri sebagai desa wisata. Dengan keunggulan desa berupa obyek wisata alam Sarai Brunyau dan Wisata Air Muncin,” kata Stephanus.

Stephanus berharap desa lainnya di Kapuas Hulu juga bisa menggali setiap potensi di desa masing – masing. Dengan demikian, desa akan lebih maju dan mandiri serta tingkat kesejahteraan dan perekonomian masyarakat pasti akan membaik.(*)

Berita Terkait