Ketika Ramadhan Akan Berakhir

Ketika Ramadhan Akan Berakhir

  Kamis, 14 June 2018 08:50

Berita Terkait

Oleh : Miftahul Khair

Hari ini kita telah berada pada akhir bulan Ramadhan. Dalam hitungan jam lagi umat Islam akan meninggalkan bulan yang mulia nan suci ini. Akan kita tinggalkan saat-saat bahagia ketika kita berkumpul bersama keluarga menjelang azan magrib untuk buka puasa, saat-saat yang indah ketika kita memenuhi masjid untuk menuntut ilmu, tadarus dan tarawih, saat-saat yang khidmat ketika kita bangun di waktu dini hari, untuk  sahur sambil menjelang salat subuh dengan zikir, istigfar dan doa.

Tidak dapat dipungkiri dengan berakhirnya bulan Ramadhan banyak perasaan yang muncul di hati yang bercampur menjadi satu; ada kecemasan dan rasa sedih serta duka manakala menyadari bahwa bulan yang penuh dengan kebaikan dan pahala akan berakhir, apalagi ada perasaan takut, cemas dan khawatir jika usia tidak sampai pada Ramadhan berikutnya; begitu pula ada rasa bahagia, senang dan gembira, manakala telah berhasil menjalankan ibadah Ramadhan dengan sebaik-baiknya, dan berharap berakhir dengan mendapatkan derajat yang paling mulia disisi Allah yaitu taqwa. 

Selama sebulan penuh kita berada dalam bulan suci, bulan penuh keberkahan dan nilai. Bulan yang mengantarkan kita kepada suasana batin yang sangat indah. Bulan yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan bagi kita kaum muslimin. Ramadhan akan segera berlalu, bulan suci, bulan yang penuh rahmat dan maghfirah, relakah kita melepaskannya? Bagaimanapun, seiring dengan menggelindingnya jarum jam, terpaksa kita harus rela melepaskannya. Esok hari ketika idhul fitri,  hari ketika kita bersuka ria. Namun adakah suka ria kita sedang mensyukuri kemenangan atas setan dan keserakahan ambisi hawa nafsu kita? Ataukah karena kita akan terbebas kembali seperti semula? Tak ada lagi yang kita sungkani. Atau bahkan kemenangan yang ada pada pihak setan dan nafsu angkara murka atas diri kita?

Betulkah kita semua telah lulus dalam menghadapi ujian berpuasa sebulan penuh lamanya, membendung dan menyingkirkan segala godaan dan nafsu angkara murka? Berhasilkah kita membersihkan iman dari bintik-bintik kemaksiatan, kemunafikan, dan kemungkaran? Akankah setelah ramadhan berlalu, kita akan kembali kepada diri kita sebelum-sebelumnya. Seperti kosmetik yang pudar dibasuh air.  Seperti kosmetik, kesalehan kita raib ditelan waktu. Azan Maghrib telah hilang kesaktiannya di telinga kita. Masjid-masjid kembali mulai  kosong dari shalat jamaah.   Alangkah celakanya jika setelah ramadhan nanti, perilaku kita kembali seperti semula. Mata kembali untuk melihat hal yang maksiat, lisan kita masih suka membicarakan dan mengunjingkan orang lain. Perilaku kita masih suka menyakiti perasaan orang lain. 

Untuk itu setelah ramadhan berlalu nanti,  kita  berharap untuk tetap mempertahankan nilai-nilai Ramadhan yang telah kita laksanakan. Semoga predikat taqwa sebagai manusia yang suci benar-benar kita raih di akhir ramadhan ini,  sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Baqarah 183: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Ibarat orang berburu harta karun,semoga di penghujung bulan ramadhan ini akhirnya kita temukan harta karun berupa berkah, rahmah, dan ampunan ilahi.

Sehingga ketika Idhul Fitri, kita betul-betul kembali pada kesucian dan mampu merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari.  Kita juga berdoa kepada Allah mudah-mudahan Ramadhan kali ini bukan menjadi Ramadhan terakhir bagi kita, dan pada tahun yang akan datang kita dapat kembali menikmati jamuan Allah di bulan yang mulia ini.  Selamat hari raya Idhul Fitri 1439 H, Mohon maaf lahir dan batin. Hendaklah saling memaafkan, karena memaafkan akan menambah kemuliaan, kita harus saling memaafkan, supaya Allah memuliakan kita. Semoga!

Penulis Penghulu Fungsional KUA Kec Singkawang Tengah, ,Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang.

Berita Terkait