Kerja Sama Hadapi Karhutla

Kerja Sama Hadapi Karhutla

  Sabtu, 24 September 2016 10:14
MOU: Kapolres Ketapang AKBP Sunario, bersama perwakilan PT Agrolestari Mandiri, berfoto bersama usai penandatangan kerja sama penanggulangan karhuta, kemarin (23/9).

Berita Terkait

KETAPANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi permasalahan serius. Selain penanganan, pencegahan karhutla sangat penting. Namun, jika api sudah terlanjur muncul, pemadaman adalah tugas semua pihak. Tidak hanya petugas dari Pemerintah Daerah, Manggala Agni, Polisi, dan TNI, tapi juga masyarakat dan korposasi.

 
Untuk mengintensifkan kerja sama ini, beberapa perusahaan telah berkomitmen. Bahkan mereka telah menandatangani kerja sama dengan pihak-pihak terkiat. Salah satunya yang dilakukan PT Agrolestari Mandiri (Sinarmas Group). Perusahaan ini menjalin kerja sama dengan Polres dan Kodim 1203 Ketapang, Jumat (23/9).

Penangdatangan kerja sama dengan Polres dilakukan langsung oleh Kapolres Ketapang AKBP Sunario dan perwakilan PT Agrolestari Mandiri di Mapolres Ketapang. Di antara isi kerja sama adalah partoli dan penyadaran penegakan hukum kepada masyarakat.

Terkait kerja sama ini, Kapolres sangat mendukung semua pihak yang bertujuan meningkatkan penangan karhutla. Menurutnya, kerja sama seperti ini tidak hanya dengan perusahaan saja, namun harus dengan semua elemen. "Dengan kerja sama secara terpadu, tentu akan semakin gampang dalam menangani karhutla," kata Sunario.

Dia mengungkapkan, seluruh perusahaan perkebunan dan pihak terkait sudah saling bekerja sama dalam menanggulangi karhutla. Namun, diakui dia, kerja sama secara tertulis bersama mereka, baru dilakukan PT Agrolestari Mandiri. "Tapi, pelaksanaan di lapangan, semua perusahaan-perusahaan sudah saling bekerja sama menanggulangi karhutla," ungkapnya.

Selain mulai sadarnya masyarakat untuk tidak membakar lahan, kerja sama semua pihak, diakui dia, juga menjadi penentu sedikitnya karhutla di Ketapang pada tahun ini. Jika dulu masih banyak masyarakat yang membakar lahan, tahun ini, diungkapkan dia sudah jauh berkurang. Semua perusahaan, menurutnya, juga bekerja sama mencegah dan memadamkan karhutla jika terjadi.

Perwakilan PT Agrolestari Mandiri, Mulfi Huda, mengatakan sebelum penandatangan kerja sama dengan TNI dan Polri ini, mereka sudah melakukan beberapa hal untuk mencegah dan menanggulangi karhutla di Ketapang. Di antaranya, disebutkan dia, program desa siaga api multistakeholder dan pemberdayaan masyarakat. Hal itu dilakukan mereka untuk mencegah dan mengatasi bahaya kebakaran di sekitar kawasan kebun perusahaan. Selain itu, pelatihan kepada SDM juga dilakukan mereka untuk menanggulangi jika terjadi karhutla. "Kita juga mengintensifkan komunikasi dengan semua pihak," katanya.

Pihaknya juga akan memberi sosialisasi cara pembukaan lahan tanpa pembakaran. Mereka juga membantu sarana produksi seperti pupuk dan alat berat. Mereka bahkan menyediakan sarana pemadam kebakaran serta memberi deteksi dini kebakaran. Tak kalah penting, mereka juga membentuk tim patroli dan tanggap darurat di lapangan. "Bagi desa siaga api terbaik yang kita bentuk dalam menanggulangi karhutla akan terus kita optimalkan," jelasnya. (afi)

Berita Terkait