Kerja Keras Kuasai Teknik

Kerja Keras Kuasai Teknik

  Selasa, 24 July 2018 10:00
Sri Julyani // Atlet Jalan Cepat

Berita Terkait

Awalnya Sri Julyani menekuni olahraga lari. Kemudian beralih ke jalan cepat. Ternyata di cabang olahraga tersebut ia malah menorehkan banyak prestasi. Bahkan, menjadi juara dalam ajang tingkat nasional.

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Sri mendapat dukungan penuh dari keluarga untuk terjun sebagai atlet jalan cepat. Ia pun berhasilkan menorehkan prestasi dalam cabang olahraga atletik ini. Salah satunya pada ajang GBK Kejurnas Nasional kategori usia 18 tahun, usia 20 tahun, dan senior pada bulan Mei 2018. 

“Alhamdulillah, dalam ajang GBK Kejurnas Nasional saya meraih medali emas pada ajang ini,” ujarnya. 

Sebelum terjun sebagai atlet cabang olahraga jalan cepat, Sri lebih dulu menekuni lari. Namun, selang beberapa lama, ia dipindahkan dan diminta mendalami teknik olahraga jalan cepat. Walau sekilas terlihat sama, kedua lari dan jalan cepat berbeda. Perbedaannya yakni saat proses melangkah berlangsung. 

Jalan cepat atau race walking merupakan cabang olahraga atletik berjalan gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Peraih medali perunggu PON XIX Tahun 2016 mengatakan dalam kompetisi jalan cepat umumnya menggunakan lintasan lebih dari 3000 meter hingga puluhan kilometer. 

“Lintasan 3000 meter sampai 5000 meter untuk kategori junior. Sedangkan, untuk kategori senior terbagi atas 10.000 meter, 10 kilometer, 20 kilometer, dan 50 kilometer,” tambah Sri.  

Ada teknik yang harus diketahui dalam olahraga jalan cepat. Langkah pertama, kaki yang menumpu harus selalu melakukan kontak dengan tanah lalu lutut harus dalam keadaan lurus. Seiring dengan mengangkatkan paha menuju ke arah depan, tungkai kaki kiri bagian bawah dan tangan kanan diayun menuju kedepan, diikuti gerakan badan condong ke arah depan.

Ketika kaki kiri mendarat di tanah, segera  menggerakan tungkai paha kanan dengan diangkat kedepan, bersamaan dengan tungkai kaki bawah kanan dengan tangan kiri diayunkan ke arah depan, Saat kaki mendarat mulailah dari bagian tumit menuju keujung kaki, lalu lutut dalam keadaan lurus. Kaki harus lurus atau lutut tidak bengkok. Tumpuan kaki juga harus dalam keadaan posisi tegak lurus.

Gerakan tangan dan bahu diusahakan tidak terangkat terlalu tinggi. Selama berjalan pinggul harus berada tetap pada posisi rendah dan berada di bawah, keadaan ini harus tetap dijaga dan hindari juga gerakan kesamping yang terlalu berlebih. Perempuan kelahiran Pontianak 8 juli 1989 menuturkan atlet perlu menghindari kehilangan hubungan atau kontak dengan tanah.

“Begitu pula kecondongan badan terlalu ke depan atau tertinggal di belakang. Serta, langkah terlalu pendek,” jelasnya. 

Peraih medali medali perunggu Kejurnas Atletik Nasional Tahun 2017 ini menambahkan atlet jalan cepat penting memperhatikan posisi kaki bengkok dan kaki melayang. Selain itu, dalam ajang perlombaan jalan cepat selalu ada wasit yang mengawasi setiap berjalannya pertandingan. Sehingga, sulit bagi atlet untuk menutupi jika melakukan kesalahan. 

Peraih medali perak JATIM OPEN Tahun 2017 ini mengungkapkan olahraga lari jauh lebih menyenangkan. Terlebih teknik maupun aturan lari tak terlalu ribet, dibandingkan yang ada dalam olahraga jalan cepat. Namun, jika ada tekad dan niat, teknik jalan cepat bisa dikuasai. Tentunya perlu

kesabaran dan kerja keras.

“Dengan kesabaran dan kerja keras membuat Anda lebih mudah untuk memahami dan menguasai teknik jalan cepat,” tutupnya.**

Berita Terkait