Kerensia Valeria, Peraih Medali Olimpiade Sains Nasional 2018 Asal Kalbar

Kerensia Valeria, Peraih Medali Olimpiade Sains Nasional 2018 Asal Kalbar

  Selasa, 17 July 2018 10:00
SIAPKAN DIRI: Kerensia Valeria, memperlihatkan medali yang diraihnya di OSN 2018. Saat ini, dia tengah mempersiapkan diri untuk seleksi tingkat international di Tiongkok.

Berita Terkait

Peserta Termuda, Siapkan Diri Seleksi ke Tiongkok

Wajahnya semringah ketika menunjukkan medali di lehernya. Meski baru berusia 10 tahun, gadis kecil ini mampu meraih medali di ajang Olimpiade Sains Nasional. Prestasi yang diraihnya  itu mengharumkan nama Kalimantan Barat.

SHANDO SAFELA - FELIANI, Pontianak

Kerensia Valeria lahir di Pontianak, 30 April 2008. Anak ketiga dari pasangan Christiansen dan Vitalia Lim ini, telah menunjukkan kecerdasannya sejak masih balita. Tak seperti balita lain, Kerensia mempunyai hobi membaca dan menghitung sejak usia dini. Hal ini berkat kedisiplinan orang tuanya dalam mendidiknya. 

Kerensia baru saja pulang dari Padang pekan lalu. Dia mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018, event tahunan yang diselenggarakan Kemendikbud Republik Indonesia untuk menjaring bibit berprestasi yang akan mewakili Indonesia di kancah internasional.

Kalbar mengirim 10 wakilnya untuk seleksi di OSN 2018. Kerensia merupakan peserta termuda se Indonesia. Meski menjadi yang paling muda, Kerensia adalah satu-satunya wakil Kalbar yang berhasil meraih medali.

Atas prestasinya itu, Kerensia berhak mengikuti pelatihan nasional sebelum terpilih untuk mewakili Indonesia berlaga di International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2018 September mendatang di Tiongkok.

Kerensia akan disiapkan bersama delegasi lain di pelatihan nasional sebelum berangkat ke Tiongkok. Sang ayah terus memotivasinya agar Kerensia dapat membawa harum nama Indonesia nantinya.

"Bangga sekali melihat anak saya sudah bisa melangkah sejauh ini. Sejak seleksi tingkat kecamatan, saya mendampinginya. Sampai lolos ke tingkat nasional pun, saya dan ibunya tak henti-hentinya memberikan semangat," ujar Christiansen, ayah Kerensia.

"Untuk menghadapi tingkat internasional ini, saya akan melatihnya secara maksimal sebelum masuk ke pelatihan nasional. Semaksimal mungkin akan saya bimbing dia untuk mengharumkan bangsa Indonesia," tambah sang Ayah.

Selain dukungan orang tua, Sekolah Dasar Tunas Bangsa dimana Kerensia belajar pun mendukung secara penuh. Sejak awal memang sudah disiapkan semua siswa untuk unjuk prestasi dengan penjaringan minat dan bakat. Untuk mewakili sekolah pun, Kerensia melewati beragam seleksi hingga akhirnya mewakili kecamatan, kabupaten, provinsi, dan akhirnya mampu menyabet medali di tingkat nasional. 

Kerensia sejak dini memang dinilai sangat menonjol di antara teman-temannya. Tidak hanya matematika, ia pun suka menari, menggambar, dan berenang. Namun memang sejak duduk di kelas dua, minatnya paling besar terletak di mata pelajaran matematika, bahkan sampai mengikuti ajang internasional di usia yang sangat dini tersebut. 

"Pihak sekolah sangat mendukung bakat Kerensia. Sejak potensinya terlihat, kami bimbing untuk dikembangkan. Orang tuanya pun sangat mendukung bakat Kerensia. Untuk persiapan menjelang lomba, kami memberi fasilitas berupa waktu tambahan dan bebas kelas agar lebih fokus mempersiapkan diri. Selain itu, sekolah juga memberikan sertifikat dan hadiah untuk Kerensia sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk siswa lainnya," tutur Agustin Madjid, Kepala Sekolah Dasar Tunas Bangsa. (*),

Berita Terkait