Kepemimpinan Harus Dibarengi dengan Keimanan

Kepemimpinan Harus Dibarengi dengan Keimanan

  Selasa, 21 May 2019 11:45
Motivasi: Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili berikan motivasi kepada anak muda di Aula Ruang Wawako Pontianak tentang kepemimpinan.

Berita Terkait

SAMBAS – Di Aula Ruang Wakil Walikota Pontianak, Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc menyampaikan pesan kepada generasi muda. Untuk terus mengembangkan jiwa kepemimpinan dengan tetap memperkuat keimanan. “Perkuat keimanan. Karena dunia pemimpin itu dekat dengan fitnah. InsyaAllah dengan keimanan, bisa melalui fitnah dengan baik. Ini bukan soal takut dengan fitnah, tetapi tentang bagaimana menyikapi fitnah,” kata Bupati Sambas, saat memberikan motivasi kepada generasi muda dalam rangka membangun karakter kepemimpinan dalam diri, di aula Ruang Wakil Wali Kota Pontianak .

Ada hal dasar yang dapat dilakukan generasi muda mewujudkan jiwa kepemimpinan dalam diri.  Pertama adalah bangun cita-cita menjadi pemimpin. Gantungkan cita-cita setinggi sidratul muntaha. “Menjadi pemimpin hal dasar yang harus diperhatikan adalah karakter baik. Karena pemimpin adalah orang baik, memiliki kejujuran, amanah, karena itu basic untuk calon pemimpin. Berikutnya adalah memperhatikan Akhlak. Dengan akhlak mulia, akan diberikan banyak kemudahan,” katanya.

Melalui akhlak yang baik dan mulia, memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, untuk menghormati, menghargai dan menghadirkan rasa cinta kepada semua orang. Jangan sampai ada sikap membenci. Menjadi calon pemimpin, perbanyak berzikir dan berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala, bangun mimpi dengan positif dan jangan takut bermimpi.  

“Tak kalah penting adalah berkaitan dengan kapasitas dan kapabilitas. Generasi muda harus terus mengembangkan potensi keilmuan diri, kembangkan kapasitas, kapabilitas keilmuan,” katanya. Namun bukan saja keilmuan yang bersifat teoritis, tetapi harus keilmuan yang aplikatif. Jika hanya hebat dalam keilmuan yang teoritis, percuma. Karena muara dari itu semua bagaimana baiknya menjalin komunikasi dengan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Gerakan Peduli Sesama (GPS) Sambas, Bayu menyebutkan sekarang sudah  banyak informasi yang sedang berkembang dimasyarakat salah satunya tentang pemilihan seorang pemimpin. Agar tak salah pilih seorang pemimpin, ada empat pilar yang bisa menjadi dasar, yaitu integritas, kapabilitas, otoritas dan karitas. Pemimpin dengan empat pilar kokoh tersebut diharapkan memberi hasil optimal untuk organisasi maupun pemerintahan.

Integritas, basis dari integritas adalah karakter dan perilaku etis sehingga lebih pada aspek moral dan sifatnya personal. Kapabilitas, dalam ranah manajemen, kapabilitas merupakan gabungan dari motivasi, pengetahuan dan ketrampilan. Orang yang memiliki kapabilitas berarti orang paham dan ahli akan bidang pekerjaannya. Selanjutnya adalah otoritas, sesuai dengan namanya, otoritas merupakan wewenang jabatan dengan basisnya legalitas formal. Dan terakhir adalah Karitas. Inilah yang sekarang menjadi mantra populer yaitu  pemimpin adalah pelayan. Ia memiliki sifat rendah hati dan respek kepada orang lain.(fah)

Berita Terkait