Kepala Sekolah Ini Cabuli Delapan Muridnya

Kepala Sekolah Ini Cabuli Delapan Muridnya

  Minggu, 2 Oktober 2016 20:52

Berita Terkait

KETAPANG- AS (28), seorang kepala Sekolah merangkap wali kelas IV Sekolah Dasar Bumi Tama Wilayah 7 Desa Seriam Kecamatan Kendawangan Kabupaten  Ketapang diamankan tim Jatanras Polres Ketapang setelah 3 bulan menjadi buronan.

Pelaku ditangkap di Perumahan Mangun Jaya Leatari 2 Kecamatan Tambun Selatan Bekasi Jawa Barat.

Menurut Kabid Humas Polda kalbar Kombes Pol Drs. Suhadi Sw. M.Si, pelaku ditangkap karena diduga melakukan  pelecehan seksual terhadap delapan anak murid laki-laki, masing masing SA, MDS, HI, LU, UD, SA dan dua korban lainnya belum dilakukan pemeriksaan murid kelas 4 dan kelas 5 sekolah dasar, semuanya laki laki.

Peristiwa pencabulan ini mulai diketahui dari laporan Mubakir (41), warga dusun Badak Berendam Divisi 3 Desa Seriam Kecamatan Kendawangam Kabipaten ketapang, pada hari Sabtu, 25 Juni 2016 sekitar pukul 22.00, pelapor masuk ke kamar tidur anaknya menanyakan kepada putranya SA, ia mengatakan jika ia telah dicabuli oleh gurunya bernama AS (Achmad Safei), setelah itu orang tua korban mengecek kelamin atau alat vital anaknya, dan ternyata batang kemaluannya membengkak keluar darah dan nanah.

Menurutnya tersangka melakukan perbuatan bejat itu dilakukan pada tanggal 4 juni 2016 sekitar pukul 22.00 wib dirumah tersangka di Perumahan Karyawan PRYE Estate PT ASM Dusun Badak Berendam Desa Seriam Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang, dengan cara alat kelamin korban dimasukkan mulut pelaku.

"Pelaku mengancam korban jika menolak untuk dicabuli dan jika korban melapor tidak akan dinaikkan kelas," kata Suhadi.

Saat ini pelaku diamankan di Polres Ketapang dan yang bersangkutan akan dijerat dengan Undang Undang Peelindungan anak nomor 23 tahun 2002 pasal 82 yungto pasal 76 D, setiap orang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu Muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Terkait kasus pencabulan anak di Ketapang Kapolda memberikan perhatian yang serius, bahkan kata Kapolda Irjen Pol Drs. Musyafak MM, pihaknya akan memback up Polres Ketapang dalam melakukan penyidikan.

"Kasus ini harus dikawal terus agar pelaku dihukum seberat beratnya karena seharusnya pelaku melindungi dan mengayomi anak anak muridnya, bukan malah merusak muridnya, oleh karenanya pelaku harus dihukum berat" paparnya.

Suhadi mengatakan, langkah yang akan dilakukan pihak kepolisian yakni dengan melakukan recovery korban agar mereka tidak trauma, disamping itu pihak kepolisian juga akan meminta bantuan psikolog, untuk memeriksa pelaku apakah ada kelainan Sex karena korban 8 orang semuanya pria. (arf)

Berita Terkait