Kenalkan Produk Khas Daerah

Kenalkan Produk Khas Daerah

  Jumat, 27 May 2016 09:30
KUNJUNGI STAN: Bupati Kubu Raya Rusman Ali saat mengunjungi salah satu stan pameran MTQ XXVI tingkat Kalimantan Barat. ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KUBU RAYA – Selain memperlombakan sejumlah cabang utama tilawatil quran, dalam MTQ XXVI Tingkat Kalimantan Barat juga memperlombakan penampilan terbaik dari setiap stan pameran yang turut menyemarakkan jalannya perhelatan MTQ. 

Hampir semua stan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat tampak berlomba menghiasai stan masing-masing dengan dekorasi yang unik sesuai khas daerah masing-masing. 

Pantauan Pontianak Post, setiap stan tidak hanya bersaing mendekorasi stan namun juga berlomba mempromosikan produk khas masing-masing daerah. Misalnya stan Kabupaten Sintang yang tampak mempromosikan bebera produk khas Sintang seperti tenun ikat, anyaman bambu, hingga makanan khas daerah seperti kue semprong. 

Penjaga stan Kabupaten Sintang, Jatmiko mengaku sejak awal stan dibuka, cukup banyak warga yang datang dan membeli produk khas Sintang terutama syal tenun ikat hingga anyaman bambu. 

“Beberapa produk yang lumayan banyak dibeli tersebut lantaran harganya cukup terjangkau. Misalnya saja untuk syal tenun ikat dengan harga sekitar Rp35 ribu,” katanya.

Untuk menarik pengunjung, stan pameran Kabupaten Sintang juga menyediakan undian bagi pengunjung dengan berbelanja senilai Rp50 ribu. “Nanti dipenghujung acara akan diundi, bagi pengunjung yang beruntung, maka akan mendapatkan bingkisan yang telah kami sediakan,” ungkapnya. 

Kendati mengaku telah berupaya maksimal mendekorasi stan secara maksimal, namun Jatmiko menilai stan dari beberapa kabupaten/kota lainnya juga tidak bisa dianggap remeh. “Seperti stan Kota Pontianak, Sambas, Mempawah dan Kubu Raya sejak awal saya lihat cukup menarik dengan dekorasi khas daerah masing-masing,” ungkapnya. 

Hal senada juga dikatakan penjaga stan Kabupaten Sanggau, Karolina  yang melihat cukup banyak stan kabupaten/kota di Kalbar yang memiliki daya tarik cukup baik. “Secara umum saya lihat stan Kota Pontianak dan Kubu Raya tampak lebih menonjol,” ucapnya. 

Bagi Karolina berusaha memperebutkan perdikat terbaik dalam perlombaan stan merupakan hal wajar, namun dia menilai hal positif lain dari pameran tersebut adalah bisa mempromosikan berbagai produk unggulan khas daerah.  

“Bagi kami yang utama adalam bisa berpartisipasi dalam ajang MTQ kali ini, karena selain bisa mempromosikan berbagai produk khas Sanggau, dengan mengikuti rangkaian kegiatan ini kami bisa meningkatkan jalinan silaturahmi dengan rekan-rekan dari daerah lainnya se-Kalimantan Barat,” pungkasnya. (ash) 

Berita Terkait